Chad Bunuh 200 Anggota Boko Haram di Nigeria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian melakukan olah TKP lokasi pemboman di Masjid pusat Kano, Nigeria, 28 November 2014. Serangan yang diduga militan Boko Haram menewaskan 64 orang dan ratusan luka-luka. REUTERS/Stringer

    Petugas kepolisian melakukan olah TKP lokasi pemboman di Masjid pusat Kano, Nigeria, 28 November 2014. Serangan yang diduga militan Boko Haram menewaskan 64 orang dan ratusan luka-luka. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, N'Djamena - Angkatan Bersenjata Chad mengaku telah membunuh lebih dari 200 anggota milisi Boko Haram, Selasa, 3 Februari 2015. Penumpasan itu, menurut militer Chad, berlangsung dalam sebuah pertempuran sengit di sebelah utara Kota Gambaru dan Ngala, Nigeria, serta di dekat perbatasan dengan Kamerun.

    Chad telah mengerahkan 2.500 pasukan bersenjata sebagai bagian dari upaya regional untuk menghadapi ulah kaum militan yang selama lima tahun ini berupaya mendirikan pemerintahan Islam di utara Nigeria. Lebih dari 10.000 orang diperkirakan tewas di kawasan tersebut tahun lalu.

    Untuk keperluan tersebut, selain mengirimkan pasukan, militer Chad juga mengerahkan satu lusin kendaraan tempur dan senjata berat di medan perang. "Kelompok militan menggunakan seratus sepeda motor," kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Chad dalam sebuah pernyataan, Rabu, 4 Februari 2015. Keterangan ini belum bisa dibawa kepada pihak independen untuk dikonfirmasi.

    Milisi Boko Haram menyerang Kota Fotokol di Kamerun pada hari ini. Namun serangan mereka, kata sumber dari militer Chad, berhasil dipatahkan.

    Menteri Informasi Kamerun Issa Tchiroma mengatakan pertempuran di Fotokol berlangsung beberapa jam. "Pemberontak berhasil diusir. Mereka mencoba mengejutkan kami karena pasukan Chad yang berada di Fotokol telah menyeberang ke Nigeria," ucapnya.   

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.