Jual Hadiah Kurma dari Saudi, Nigeria Minta Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang kurma menunggui kedatangan pembeli di pasar dekat kawasan Utaiqah, Riyadh, Arab Saudi, 26 Juni 2014. REUTERS/Faisal Al Nasser

    Seorang pedagang kurma menunggui kedatangan pembeli di pasar dekat kawasan Utaiqah, Riyadh, Arab Saudi, 26 Juni 2014. REUTERS/Faisal Al Nasser

    TEMPO.CO, Abuja - Nigeria meminta maaf kepada Arab Saudi menyusul peredaran 200 ton kurma di pasar yang sedianya untuk buka puasa gratis bagi para pengungsi.

    Buah kurma adalah makanan sunnah ketika berbuka puasa pada bulan Ramadan bagi umat Islam.

    Kerajaan Arab Saudi sengaja memberikan hadiah untuk rakyat Nigeria setelah negeri itu dihantam kerusuhan berdarah oleh Boko Haram.

    Dalam keterangannya kepada media massa sebagaimanan dikutip BBC, Menteri Luar Negeri Nigeria Khadijat Abba-Ibrahim berjanji akan melakukan investigasi atas penjualan kurma tersebut.

    Baca: Buka Puasa dengan Kurma Kering dan Keras, Ini Tips Melembutkannya

    Dia menjelaskan, buah kurma itu didistribusikan melalui gudang milik kedutaan Kerajaan Arab Saudi di Abuja yang disaksikan oleh Duta Besar Yahya Mughram.

    Menurutnya, seluruh kurma itu untuk pengungsi, orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata, termasuk Boko Haram.

    Hingga saat ini Nigeria belum menahan tersangka penjualan kurma.

    "Kurma seberat 200 ton itu semestinya tidak dijual kepada masyarakat, tapi faktanya berada di pasar Abuja," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Nigeria.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nigeria,  Clement Aduku, mengatakan, "Kami sangat kecewa atas kejadian ini. Oleh sebab itu, kami sedang melakukan penyelidikan agar supaya di kemudian hari tidak terulang," ujarnya.

    NAIJ | PREMIUM TIMES | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.