Lagi, Israel-Hamas Setuju Lakukan Gencatan Senjata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara wanita Israel mengatur laju tank militer Israel saat berjaga di jalur Gaza, 24 Juli 2014. (Photo credit should read JACK GUEZ/AFP/Getty Images)

    Seorang tentara wanita Israel mengatur laju tank militer Israel saat berjaga di jalur Gaza, 24 Juli 2014. (Photo credit should read JACK GUEZ/AFP/Getty Images)

    TEMPO.COYerussalem – Israel kembali menyetujui dilakukannya gencatan senjata dalam pertempurannya dengan Hamas di Jalur Gaza. Seorang juru bicara militer Israel menyatakan gencatan senjata akan dilakukan pada Sabtu, 26 Juli 2014 mulai pukul 08.00 waktu setempat (sekitar pukul 13.00 WIB).

    Mengutip laporan Reuters hari ini, gencatan senjata akan berlangsung selama 12 jam untuk alasan kemanusiaan, seperti pengiriman makanan, akses bantuan tenaga medis, dan evakuasi.

    “Warga sipil Hamas telah diminta untuk mengosongkan wilayah permukiman mereka dan menahan diri untuk kembali ke rumah bagi mereka yang berada di pengungsian,” demikian pernyataan itu.

    Meski demikian, Israel mengatakan bahwa pasukannya akan terus mencari terowongan yang digunakan militan Hamas untuk memasuki perbatasan Israel. Mereka juga menegaskan jika Hamas memanfaatkan waktu ini untuk menyerang Israel, maka Israel tidak akan tinggal diam. (Baca: Tentara Israel Hancurkan 12 Terowongan Hamas)

    Pada 17 Juli lalu, keduanya juga telah melakukan gencatan senjata selama lima jam dengan alasan yang sama. Namun sayang, baru dua jam dari waktu yang disepakati, roket meluncur lagi dari arah Gaza. (Baca: Gencatan Senjata di Gaza Hanya Bertahan Dua Jam)

    Konflik Israel dan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, kembali memanas sejak 8 Juli lalu dan menjadi sorotan dunia. Konflik ini dimulai dari ditemukannya jasad tiga remaja Israel yang disusul dengan kasus pembunuhan dan pembakaran terhadap seorang remaja Palestina. Serangan roket Hamas ke Israel dibalas dengan serangan udara Israel ke sejumlah wilayah Jalur Gaza. Hingga saat ini, konflik ini sudah menewaskan hampir 800 jiwa. (Baca: Syarat Gencatan Senjata dari Hamas)

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler
    Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus  
    Dukung Israel, Wanita Kirim Foto Seksi ke Facebook
    Militan ISIS Paksa Perempuan Irak untuk Sunat  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.