Selasa, 17 September 2019

Kandung Gambar Ektremis, Unilever Tarik Iklannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Unilever. Ucd.ie

    Logo Unilever. Ucd.ie

    TEMPO.CORangoon – Produsen produk konsumen raksasa Unilever telah menarik seluruh spanduk iklan dari toko-toko di Myanmar bagian barat pada Senin, 2 Juni 2014. Penarikan ini dilakukan lantaran Unilever menggunakan simboi ekstremis Budha yang disalahkan atas serangan berdarah terhadap kelompok minoritas Islam di negara ini.

    Dikutip dari laman Irrawaddy.org, foto yang diperlihatkan Associated Press menunjukkan sebuah spanduk berwarna hijau membentang di atas etalase toko di ibu kota negara bagian Arakan, Sittwe.

    Unilever telah mengkonfirmasi penggunaan spanduk di toko itu. Namun mereka menyangkal bahwa simbol tersebut sengaja disematkan di spanduk tersebut. Sher Mazari, Direktur Urusan Internal Unilever, menyatakan simbol tersebut berada di spanduk tanpa izin perusahaan.

    “Kami tidak terlibat dalam kegiatan politik apa pun,” katanya. “Kami juga menentang segala bentuk diskriminasi dalam bentuk apa pun, termasuk agama dan etnis. Hal ini dilakukan tanpa sepengetahuan kami.”

    Rupanya, menurut Mazari, beberapa pemilik usaha meminta sendiri kepada kontraktor Unilever untuk menyematkan simbol tersebut di spanduk. Atas kejadian ini, Unilever akhirnya menarik seluruh spanduk dan menggantinya dengan iklan yang baru.

    Kota Sittwe memang dikenal sebagai sarang kekerasan sektarian yang telah menewaskan 280 orang dan memaksa 140 ribu lainnya mengungsi dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar korban kekerasan ini adalah muslim Rohingya yang terus dijadikan sasaran oleh mayoritas penganut Budha di negara ini.

    ANINGTIAS JATMIKA | IRRAWADDY.ORG

    Terpopuler

    Meja Tua Milik Hitler Ditemukan 
    Bahas Penyadapan, SBY Bertemu Abbott di Batam Besok
    Lawan Junta Militer, Thailand Terinspirasi Hunger Games

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.