Kurangi Polusi, Cina Musnahkan 5,3 Juta Kendaraan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap polusi mengepul dari cerobong pabrik di saat kabut menutupi kawasan Dezhou, Shandong, Cina (12/3). Cina akan menyusun undang-undang yang akan menghukum industri yang mengotori lingkungan. REUTERS/Stringer

    Asap polusi mengepul dari cerobong pabrik di saat kabut menutupi kawasan Dezhou, Shandong, Cina (12/3). Cina akan menyusun undang-undang yang akan menghukum industri yang mengotori lingkungan. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Beijing - Pemerintah Cina akan memusnahkan 5,3 juta kendaraan tua yang tidak memenuhi standar bahan bakar. Upaya ini dilakukan demi meningkatkan kualitas kebersihan udara dan mengurangi polusi yang sedang dialami negara itu. (Baca: Polusi Udara, Penderita Kanker Paru Cina Bertambah)

    Selain dari Cina, pemerintah juga akan menghapus 330 ribu kendaraan tak layak yang berasal dari Beijing. Ini juga dilakukan untuk mengurangi pertumbuhan emisi untuk dua tahun ke depan. (Baca: Kurangi Polusi, Cina Tak Bakar Kembang Api Imlek)

    "Kebanyakan dari kendaraan itu memiliki masalah dan tidak memenuhi standar ketika dijual. Pemberian denda di jalan sepertinya bukan hal yang ampuh untuk memecahkan masalah ini," kata Li Kunsheng, pejabat yang bertanggung jawab untuk emisi transportasi di Beijing, seperti dilaporkan Reuters, Senin, 26 Mei 2014.

    Namun Dewan Negara mengaku belum menemukan cara untuk memusnahkan mobil yang diberi "label kuning" itu. Di sisi lain, Pemerintah Kota Beijing sebelumnya telah menawarkan subsidi antara 2.500 hingga 14.500 yuan, sekitar Rp 4,6-26,6 juta untuk pengemudi yang secara sukarela memberikan mobilnya untuk dibuang. Namun upaya ini juga belum maksimal.

    Cina sedang diselimuti kabut polusi setelah meningkatnya produksi batu bara, baja, dan semen di negara itu. Polusi ini juga mulai menyebar ke negara sekitarnya, termasuk ke Tibet, bahkan sampai ke Los Angeles. (Baca: Polusi Udara di Cina Kotori Kota di Tibet)

    RINDU P HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Paus Francis Tolak Kekerasan Atas Nama Tuhan
    Raja Thailand Melantik Jenderal Prayut
    Pemimpin Kudeta Dapat Restu Raja Thailand


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.