Italia Tangkap Dua Penyelundup Imigran Gelap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan imigran terlihat diatas kapal Italia

    Ratusan imigran terlihat diatas kapal Italia "Grecale" setelah kapalnya tenggelam di Laut Mediterania (13/5). REUTERS/Antonio Parrinello

    TEMPO.CORoma – Polisi Italia berhasil menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam kecelakaan kapal imigran yang menewaskan 17 orang pada Senin, 12 Mei 2014 kemarin di Laut Mediterania, sekitar 160 kilometer dari selatan Pulau Lampedusa.

    Dikutip dari Xinhua, hari ini, kedua tersangka yang berasal dari Afrika Utara ini bisa menghadapi tuduhan pembunuhan karena dianggap lalai dan membuat kapal tenggelam.

    Menurut Jaksa Sisilia, keduanya seharusnya bisa mematikan mesin kapal sebagai upaya penyelamatan. Namun, mereka malah terus berlayar. Hal inilah yang akhirnya merusak kapal hingga kapal terendam air dan tenggelam.

    Ini merupakan insiden terbaru dari serangkaian tragedi di Laut Mediterania yang melibatkan para imigran. (Baca: Dalam 48 Jam, 4 Ribu Imigran Asing Tiba di Italia)

    Italia merasa kewalahan dengan gelombang imigran yang terus mengalir. Apalagi, banyak dari mereka yang menggunakan kapal seadanya dan akhirnya tenggelam. Dalam sebulan, Italia harus mengeluarkan dana sebesar 9 juta Euro (Rp 140 miliar) untuk operasi penyelamatan dan patroli laut.

    Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mendesak Uni Eropa untuk memberikan bantuan lebih dalam penanganan imigran, seperti menempatkan kapal-kapal patroli di wilayah perairan. (Baca: Kapal Imigran Tenggelam lagi, Italia Kewalahan)

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Baca Juga

    Sudan Menghukum Mati Perempuan Murtad 
    Adu Tembak di Ukraina, Enam Tentara Tewas 
    Tambang Batu Bara Turki Meledak, 238 Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.