Bom di Masjid Pakistan Targetkan Pengungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengumpul untuk membantu petugas keamanan, petugas pemadam kebakaran dan petugas kesehatan dalam mengevakuasi warga usai meledaknya bom bus di Peshawar, Pakistan, (29/9). (AP Photo/Mohammad Sajjad)

    Warga mengumpul untuk membantu petugas keamanan, petugas pemadam kebakaran dan petugas kesehatan dalam mengevakuasi warga usai meledaknya bom bus di Peshawar, Pakistan, (29/9). (AP Photo/Mohammad Sajjad)

    TEMPO.CO, Peshawar – Setidaknya lima orang tewas dan sembilan lainnya mengalami luka-luka ketika seseorang meledakkan dirinya di sebuah masjid di daerah Peshawar, Pakistan, pada Ahad, 11 Mei 2014.

    Dikutip dari laman The Nation Pakistan, serangan bunuh diri ini terjadi sekitar pukul 12.40 waktu setempat di dalam Masjid Shahi Bagh, yang berdekatan dengan lokasi pendaftaran pengungsi. Sang pengebom pertama kali melepaskan tembakan kemudian meledakkan bom sekitar 10 kilogram yang tersemat di jaket yang dipakainya.

    Ambulans langsung menuju lokasi begitu ledakan terjadi. Korban yang mengalami luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Lady Reading yang tak jauh dari lokasi. Mereka dilaporkan berada dalam kondisi stabil.

    Polisi yang datang tak lama setelah ledakan langsung mengamankan lokasi dan mengumpulkan serpihan tubuh pengebom untuk kemudian diidentifikasi. Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku pengeboman diketahui merupakan seorang pria yang berusia sekitar 20-22 tahun.

    Agen kepolisian menyatakan pengebom diyakini telah menargetkan kelompok pengungsi yang dikelola pemerintah di Stadion Arbab Niaz. Ia meledakkan dirinya di masjid yang berada di dalam wilayah stadion.

    Belum diketahui siapa yang berada di balik serangan ini. Namun kecurigaan mengarah kepada kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang memang gencar melakukan aksi terorisme di wilayah Pakistan. (Baca: Konvoi Militer Pakistan Diserang Bom)

    ANINGTIAS JATMIKA | THE NATION

    Terpopuler

    Demi Anak, Orang Tua Nekat ke Markas Boko Haram
    Ikuti Crimea, Dua Wilayah Ukraina Gelar Referendum 
    Bergulat dengan Python Demi Selamatkan Anjing



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.