Pengumuman Ditunda, Kekerasan Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Baghdad: Komisi Pemilihan Umum Irak menunda pengumuman hasil perhitungan suara. Pekan lalu, Ketua Komisi, Adil Al-Lami, menyatakan, akan mengumumkan hasil pemungutan suara, Kamis 10 Februari. Namun, kepada Tempo kemarin siang, Adil menyatakan menunda pengumuman hasil pemungutan suara. "Kami menghitung kembali 300 kotak suara yang dianggapbermasalah," kata Adil.Menurut Adil, pengulangan penghitungan suara itumemerlukan waktu tiga hari. "Ini hanya sebagian kecil,95 persen dari seluruh suara yang masuk sudahdihitung," katanya. Kotak-kotak suara yang dianggapbermasalah itu berasal dari daerah utara Irak, Mosul."Kami belum mengumumkan kedudukan partai-partai,sampai semua suara selesai dihitung," kata Adil.Penundaan penghitungan suara menimbulkan kekerasan dibeberapa tempat. Hari Tahun Baru 1 Muharram, yangmerupakan hari libur (10/2), pukul 07.00 pagi diTahrir Square, Baghdad terjadi ledakan bom mobil.Ledakan mengakibatkan tiga orang yang sedang jalankaki tewas. Menurut seorang saksi mata Fadel Khaled, sebuah mobilOpel Omega warna hijau tua, mencoba menabrak patroli pasukan tentara Amerika Serikat. Namun, tentara AS luput dari serangan itu, malah kena orang yang berjalan kaki. "Karena hari libur jalanan masih sepi," kata Fadel. Saat saya ke tempat kejadian, dua jam setelah peristiwa, serpihan-serpihan mobil masih berserakan di daerah yang biasanya padat manusia dan kendaraan itu.Dua jam setelah itu di selatan Baghdad, jalan antaraBaghdad dan Al-Aziziyah, serangan juga dilakukanterhadap iring-iringan mobil polisi. Lima polisidikabarkan luka-luka. Suara bom empat kali jugaterdengar saat saya melewati Green Zone pukul 11.00siang waktu Baghdad (10/2).

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.