Rusia Buru 'Black Widow' Calon Pengebom Sochi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertanding hoki es di Bolshoi Ice Dome, Sochi (4/1). Pertandingan ini dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Sochi.  REUTERS/Alexei Nikolskiy/RIA Novosti/Kremlin

    Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertanding hoki es di Bolshoi Ice Dome, Sochi (4/1). Pertandingan ini dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Sochi. REUTERS/Alexei Nikolskiy/RIA Novosti/Kremlin

    TEMPO.CO, Moskow -  Polisi Rusia sedang memburu seorang perempuan calon potensial pelaku bom bunuh diri di kota resor Laut Hitam, Sochi, tempat Olimpiade Musim Dingin akan dimulai bulan depan.

    Warga Sochi mengatakan polisi telah mengedarkan foto-foto tersangka perempuan itu, yang dikatakan sebagai janda seorang Islam militan dari wilayah mayoritas muslim Dagestan. Dia diidentifikasi sebagai Ruzanna Ibragimova, 22 tahun, yang memiliki nama samaran Salima.

    Kantor Associated Press melaporkan, polisi juga mencari dua perempuan lain yang dicurigai mungkin akan menjadi pelaku bom bunuh diri. Para pejabat Rusia menuding para "black widow"--sebutan bagi istri pemberontak yang terbunuh sebelumnya--sebagai pelaku sejumlah serangan bunuh diri di negara ini.

    Pada Ahad, 19 Januri 2014, sebuah kelompok militan Islam dari Dagestan mengunggah video di Internet yang berisi klaim bahwa mereka bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri mematikan Desember lalu di Volgograd, yang menewaskan 34 orang. Kedua pria dalam video itu juga mengancam akan melakukan serangan saat Olimpiade Sochi berlangsung. Tidak jelas kapan video itu dibuat.

    Ribuan atlet dan penonton dari seluruh dunia diprediksi mengunjungi Sochi untuk Olimpiade itu, yang akan menampilkan pertandingan berbagai cabang olahraga musim dingin, termasuk ski, skating, dan hoki es.

    Militer AS, Senin 20 Januari 2014, siap memberi dukungan lewat udara dan laut bagi pemerintah Rusia untuk mengamankan pelaksanaan Olimpiade. Seorang juru bicara Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dukungan itu--termasuk dua kapal Angkatan Laut AS di Laut Hitam--akan siap jika diminta "untuk menghadapi segala macam kemungkinan".

    Andrew Kuchins, Direktur Program Rusia dan Eurasia di Center for Strategic and International Studies di Washington, mengatakan, Sochi bukanlah satu-satunya kota di Rusia yang perlu dikhawatirkan atas ancaman serangan dari kelompok Islam militan.

    "Anda tidak perlu menghantam Sochi untuk menggangu Olimpiade. Serangkaian serangan Volgograd akan meneror seluruh Rusia dan mengganggu pertandingan dan itu akan menjadi tragedi besar," kata Kuchins kepada wartawan, Selasa, 21 Januari 2014.

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan Ahad, 19 Januari 2014, bahwa negaranya akan melakukan "upaya apa pun yang diperlukan" untuk menjamin keamanan Olimpiade.

    voanews.com | Abdul Manan

    Berita Lainnya

    Akun Instagram Ani Yudhoyono Terpopuler di Dunia
    Tingkah Polah 3 Ibu Negara Dunia di Instagram
    Marcos Lopes, Bintang Muda Manchester City
    Perang Antikorupsi, Pengacara Cina Justru Dibui
    Jokowi ke Tebet, Warga: Ingin Lihat Pak Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.