WNI Kembali Jadi Korban di Yaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah demonstran yang terluka dirawat petugas kesehatan di rumah sakit, di kota Sanaa, Yaman, (18/9). Ribuan demonstran turun ke jalan menuntut presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya. AP/Hani Mohammed

    Sejumlah demonstran yang terluka dirawat petugas kesehatan di rumah sakit, di kota Sanaa, Yaman, (18/9). Ribuan demonstran turun ke jalan menuntut presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya. AP/Hani Mohammed

    TEMPO.COJakarta – Satu warga negara Indonesia tewas dalam pertempuran antara Syiah Houthi dan Sunni Salafi di Dammaj, Yaman, 16 November lalu. Atas izin keluarga, WNI bernama Mohammad Rafii asal Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut sudah dimakamkan di Dammaj.

    Menurut informasi dari Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, selain Rafii, juga terdapat lima WNI yang menderita luka-luka. Kelimanya antara lain Muslim Said, Fuhaid, Said, Hanif, dan Umamah.

    Konflik antara Syiah Houthi dan Sunni Salafi sudah berlangsung lama. Dua tahun lalu, peristiwa serupa pernah terjadi dan pemerintah Indonesia mengirim tim untuk mengeluarkan WNI dari Dammaj, tepatnya Pesantren Darul Hadis. Namun mereka menolak dievakuasi.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, memastikan para korban adalah WNI yang dua tahun lalu menolak untuk dipulangkan ke Indonesia.

    “Memang, yang menjadi korban bagian dari warga kita yang selama ini menolak dievakuasi dari wilayah Dammaj,” kata Tene.

    Dia menambahkan, setelah kejadian pertengahan November lalu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sanaa sudah menghubungi kembali WNI di Dammaj dan meminta kesediaan mereka untuk diungsikan dari tempat itu.

    “Mereka menolak untuk dievakuasi dari wilayah Dammaj,” kata Tene.

    Lembah Dammaj di Provinsi Sha'dah, wilayah Yaman Uutara, masih terus bergolak akibat sengketa ideologi antara penganut ideologi Salafi Wahabi dan Syiah Rafidhah. Di lembah yang terletak sekitar 240 kilometer arah utara Kota Sanaa, terdapat Pesantren Darul Hadis, tempat sekitar 100 santri asal Indonesia menuntut ilmu di sana.

    Pada 26 November 2012, dua WNI tewas bersama dan sekitar 22 santri lainnya terkena serangan roket. Setelah serangan tersebut, tim KBRI Sanaa membujuk para santri WNI agar mau dievakuasi, tapi mereka menolaknya.

    NATALIA SANTI


    Topik Terhangat:
    Dokter Mogok | Penyadapan Australia | Penerobos Busway | Jokowi Nyapres | Gunung Meletus

    Berita Terpopuler:
    Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas 
    Bahas Banjir, Nur Mahmudi Singgung Kampung Pulo 
    Farhat Abbas Sebut Dirinya Petinju Kelas Berat 
    Sebar Nomor Telepon ke Warga, HP Jokowi Jebol 
    Rudi Akui Beri THR untuk Anggota DPR 
    SBY Puji Jokowi Terapkan Lelang Jabatan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.