Minggu, 22 September 2019

Protes, Aktivis Ini Bertelanjang Dada di Masjid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis FEMEN diamankan polisi setelah mengadakan aksi bugil di dalam masjid di Stockholm, Swedia (29/6). REUTERS/Jonas Ekstromer/Scanpix Sweden

    Seorang aktivis FEMEN diamankan polisi setelah mengadakan aksi bugil di dalam masjid di Stockholm, Swedia (29/6). REUTERS/Jonas Ekstromer/Scanpix Sweden

    TEMPO.CO, Stockholm - Aktivis feminisme kembali menggelar aksi protesnya. Setelah sebelumnya terdapat tiga anggota kelompok ini yang diadili di pengadilan Tunisia. Kali ini tiga rekannya yang lain, yang mengaku dirinya berasal dari kelompok FEMEN, melakukan aksi telanjang dada di dalam masjid Swedia.

    Tiga orang ini menggelar protes telanjang dada di dalam masjid di Stockholm, Swedia, pada tanggal 29 Juni 2013. Daily News melaporkan, ketiga perempuan itu menerobos masuk ke dalam masjid dengan memakai burka atau cadar yang hanya memperlihatkan mata mereka. Namun ketika mereka berada di dalam masjid, ketiga wanita ini langsung membuka burkanya tanpa sehelai benang pun menutupi dadanya.

    Di tubuh mereka juga terdapat tulisan, "Tubuhku adalah milikku, bukan untuk kehormatan orang lain” serta “Jangan ada syariah di Mesir dan di dunia.”

    Ketiga perempuan yang dilaporkan berasal dari Mesir, Tunisia, dan Swedia, juga meneriakkan “Bebaskan Perempuan”, “Jangan ada Syariah di Mesir, jangan ada penindasan.” Aksi protes ini mengacu pada protes di Mesir atas hukum Syariah fundamentalis, yang melarang perempuan untuk mengekspos rambut mereka dan seluruh tubuh mereka kecuali muka dan telapak tangan.

    Saat ketiga wanita ini melakukan aksi protesnya, tidak ada jamaah di dalam masjid. Didalamnya hanya terdapat beberapa karyawan dan wartawan yang telah diberitahu terlebih dahulu mengenai rencana demonstrasi aktivis feminis ini. Pegawai masjid kemudian melapor polisi dan mereka pun akhirnya ditangkap. Mereka tidak menjelaskan kenapa mereka menggelar aksi itu di masjid yang kosong. “Mereka telah melakukan penyimpangan tata tertib dan juga pelecehan,” kata komandan polisi Stockholm, Jonas Svalin.

    Kelompok FEMEN, yang didirikan di Ukraina dan bermarkas di Paris ini, telah berkembang sejak 2010. Mereka selalu melakukan unjuk rasa dengan bertelanjang dada terkait berbagai isu perlakuan buruk terhadap perempuan dan kediktatoran.

    DAILYNEWS.COM | ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terkait
    Narsisme Dapat Terlihat dari Pindai Otak

    6 Pengobatan yang Berisiko Turunkan Gairah Pria

    Kecanduan Ganja Bisa Kikis Motivasi 

    Tes Kesehatan untuk Mengetahui Sindrom Baby Blue 

    Musik Mozart Paling Efektif Tingkatkan Konsentrasi 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe