Najib Klaim Menang, Anwar Tak Mau Akui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim menyambut para pendukungnya setelah ia memberikan suara dalam pemilu di Permatang Pauh, 350 km utara Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (5/5). REUTERS/Samsul Said

    Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim menyambut para pendukungnya setelah ia memberikan suara dalam pemilu di Permatang Pauh, 350 km utara Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (5/5). REUTERS/Samsul Said

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - 

    Datuk Seri Naib Razak mengumumkan kemenangan Barisan Nasional dalam pemilu ke-13 Malaysia di kandang UMNO, Kuala Lumpur, Senin dini hari. Itu berarti Putrajaya –kota yang menjadi pusat pemerintahan Malaysia masih dikuasai koalisi pimpinan partai United Malays National Organisation (UMNO).

    Di depan ratusan pendukungnya, dengan percaya diri ia mengatakan akan membawa Malaysia ke arah yg jauh lebih baik dari sebelumnya. Tempo menyaksikan dari dekat kemeriahan pesta kemenangan Najib, Senin 6 Mei 2013 dini hari. Dari perhitungan kursi parlemen akhir yang diperoleh dari situs berita Malaysian Insider, koalisi pimpinan partai United Malays National Organisation (UMNO) memperoleh 133 dari 222 yg dipertandingkan. Sedangkan Pakatan berhasil merebut 89 kursi parlemen.

    Najib mengatakan kemenangan Barisan Nasional disebabkan soliditas seluruh elemen partai dalam menghadapi pemilihan kali ini. Menyebabkan isu-isu yang disebarluaskan oposisi tak lagi mempan bagi mereka. “Yang cukup nmengejutkan adalah suara dari orang keturunan Cina,” katanya.

    Sementara itu, ditempat berbeda, Kubu oposisi tak mau mengakui kekalahan mereka. Mereka menganggap pemilhan kali ini merupakan pemilu yang penuh dengan kecurangan. Banyak jenis kecurangan yang Barisan Nasional lakukan dalam proses politik demokrasi ini. “Ada pemilih bayaran, soal tinta, hingga masalah etika politik,” katanya.

    Namun Anwar mnghimbau kepada para pendukungnya, untuk tidak bersikap anarkis. Ia dan koalisi pakatan rakyat pasti akan mendesak k;larifikasi kepada Komisi Pemilihan Umum Malaysia. “Mereka harus bisa menjelaskannya,” kata Anwar. Sebab kami miliki bukti-bukti kuat.”

    Sandy Indra Pratama| Anne Muhammad (Kuala Lumpur) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.