Thailand dan Pemberontak Muslim Damai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Kemanan Thailand berjaga di Pattani, Thailand Selatan. AP/Apichart Weerawong

    Tentara Kemanan Thailand berjaga di Pattani, Thailand Selatan. AP/Apichart Weerawong

    TEMPO.CO, Bangkok - Thailand dan salah satu kelompok pemberontak muslim mulai merundingkan perdamaian guna mengakhiri kekerasan yang telah berlangsung selama satu dekade di tiga provinsi negara tersebut.

    Perundingan damai babak pertama digelar pada Kamis, 28 Maret 2013, antara pejabat keamanan Thailand dan perwakilan pemberontak Barisan Revolusi Nasional di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.

    Meskipun perdamaian terus ditingkatkan, menurut koresponden Al Jazeera, Wayne Hay, upaya itu dirusak oleh ledakan bom dan tembakan senjata api yang menyebabkan lima orang tewas.

    Bekas pembantu senior Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Ahmad Zamzamin, bertindak selaku fasilitator perdamaian kedua belah pihak yang berseteru.

    Sebelum pembicaraan damai digelar, sebuah bom di jalan raya meledak di Distrik Chor Ai-rong, Provinsi Narathiwat, berjarak 840 kilometer sebelah selatan Bangkok. Bom ini menewaskan tiga serdadu yang sedang berpatroli. Hal itu dijelaskan Komandan Regional Angkatan Darat ke-4, Letnan Jenderal Udomchai Thammasarorat.

    "Orang-orang dari Thailand Selatan sudah terbiasa dengan kekerasan. Serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis muslim berlangsung hampir tiap hari," kata koresponden Al Jazeera.

    Pada peristiwa ledakan bom, Hay menjelaskan, juga menyebabkan lima serdadu Thailand cedera. Pihak berwajib mengatakan, serangan berlangsung di sebuah desa basis pertahanan pemimpin separatis muslim yang turut ambil bagian dalam perundingan dengan pemerintah Thailand.

    "Kami menduga ledakan bom ini dilakukan oleh militan lokal yang ingin mendiskreditkan perdamaian yang tengah berlangsung di Kuala Lumpur," kata Udomchai.

    Selain ledakan bom, aksi kekerasan berupa penembakan terjadi di tempat terpisah, menyebabkan dua warga Buddha tewas di Narathiwat.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?