Dua Marinir Dikembalikan, Menlu Italia Mundur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kika) Senior Vice President Pirelli Moto Business Unit Uberto Thun, Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian RI Mohamad S Hidayat, Menteri Luar Negeri Italia Giulio Terzi di Sant'Agata dan Presiden Direktur PT Astra Otopart Tbk Siswanto Prawiroatmodjo berbincang usai penandatanganan kerjasama di Jakarta, Selasa (24/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    (kika) Senior Vice President Pirelli Moto Business Unit Uberto Thun, Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian RI Mohamad S Hidayat, Menteri Luar Negeri Italia Giulio Terzi di Sant'Agata dan Presiden Direktur PT Astra Otopart Tbk Siswanto Prawiroatmodjo berbincang usai penandatanganan kerjasama di Jakarta, Selasa (24/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, ROMA — Menteri Luar Negeri Italia Giulio Terzi mengumumkan pengunduran dirinya di hadapan anggota parlemen, Selasa lalu. Terzi menegaskan langkah ini terpaksa ditempuh sebagai protes atas keputusan pemerintah Italia mengembalikan dua marinir untuk menjalani sidang di India atas dakwaan pembunuhan dua nelayan.

    “Saya tidak bisa menjadi bagian dari pemerintahan ini,” kata Terzi. 

    Kepada anggota parlemen, diplomat karier ini menyatakan pemerintah mengetahui keputusannya untuk menolak permintaan India pada 11 Maret lalu. Namun, pemerintah akhirnya memilih mengembalikan Massimiliano Latorre dan Salvatore Girone untuk menghentikan krisis diplomatik dengan India.

    “Keputusan ini sebagai bentuk solidaritas kepada kedua marinir,” kata Terzi menambahkan. Sebagai negara besar, Terzi mengkhawatirkan kecenderungan ultranasionalis yang berkembang di India. 

    Mario Monti, yang menjabat sebagai Perdana Menteri sementara, terkejut atas pernyataan Terzi. Agar tak terjadi kekosongan kepemimpinan diplomatik, Presiden Italia, Giorgio Napolitano, meminta Monti menjabat sebagai menteri luar negeri. Upaya ini dilakukan hingga pemerintahan baru hasil pemilihan umum bulan lalu terbentuk. 

    Konflik ini bermula saat Latorre serta Girone, yang tergabung dalam tim keamanan militer sebuah kapal kargo, menembak dua nelayan India tahun lalu. Kedua marinir mengaku terpaksa menembak karena mengira para nelayan adalah bajak laut. 

    Setelah beberapa kali persidangan di India, keduanya mendapat izin untuk kembali ke Italia agar dapat merayakan Natal dan memilih dalam pemilu. Berkat jaminan khusus dari Duta Besar Italia untuk India, Danielle Mancini, keduanya diizinkan kembali hingga 24 Februari.

    Tapi Terzi mengumumkan Italia tidak akan mengembalikan kedua marinir tersebut ke India. Menurut dia, insiden penembakan terjadi di zona perairan internasional. Sehingga, ujar Terzi, India tidak memiliki hak untuk mengadili warga negaranya.

    Pernyataan itu membuat berang India. Mahkamah Agung India sempat melarang Mancini bepergian keluar India hingga kedua marinir kembali. Setelah mendapat jaminan bahwa kedua warganya tidak didakwa hukuman mati, Italia kemudian memutuskan mengembalikan mereka ke India. 

    WALL STREET JOURNAL | WASHINGTON POST | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.