Militan Pakistan Rekrut Anak-anak Jadi Kurir Bom

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi ledakan bom di Quetta, Pakistan (10/1). REUTERS/Naseer Ahmed

    Lokasi ledakan bom di Quetta, Pakistan (10/1). REUTERS/Naseer Ahmed

    TEMPO.COQuetta – Polisi Pakistan menangkap puluhan anak-anak, beberapa di antaranya berusia 10 tahun, yang digunakan para militan untuk menaruh bom di tempat-tempat sasaran mereka. Penangkapan itu dilakukan setelah penggerebekan dalam 24 jam terakhir.

    Kepala polisi setempat, Mir Zubair Mahmood menggelar seluruh tersangka dalam jumpa pers di Quetta, Ibukota Balukistan.

    Organisasi militant Balukh, merekrut anak-anak dari keluarga miskin sebagai kurir bom. Anak-anak itu diperintahkan membawa paket berisi bom rakitan dan menaruhnya di tempat sasaran seperti pasar-pasar yang ramai, tempat sampah atau rute jalan yang kerap dilalui polisi dan petugas keamanan.

    Menurut Mahmood, militan menggunakan anak-anak supaya tidak menimbulkan kecurigaan polisi yang mengira mereka adalah pengumpul sampah atau anak-anak  biasa. “Beberapa anak-anak mengatakan tidak tahu isi paket dan apa yang mereka lakukan,” katanya.

    Anak-anak itu hanya merasa gembira mendapatkan sejumlah kecil uang sebagai upah menaruh paket-paket tersebut.  Anak laki-laki berusia 10-17 tahun itu mengaku terlibat dalam puluhan ledakan di Quetta, termasuk sebuah bom dekat kendaraan militer. Ledakan 10 Januari itu menewaskan 10 tentara perbatasan dan sembilan warga sipil.

    Provinsi Balukistan dilanda pemberontakan kaum nasionalis Balukh  yang menuntut otonomi politik dan pembagian keuntungan dari kekayaan alam seperti minyak bumi, gas dan sumber daya mineral lain.

    Kekerasan sektarian juga kerap meletus di Quetta. Dua bom besar tahun ini membidik sasaran minoritas Syiah dan menewaskan hampir 200 orang.

    ASIAONE | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.