Malaysia Minta Tentara Sulu Disebut 'Teroris'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Sultan Sulu, Jamalul Kiram III bersama sejumlah pengikutnya berunjuk rasa di depan Masjid Biru di Desa Maharlika, Taguig, Manila Selatan, (1/3). Telah terjadi kerusuhan di Sabah antara polisi Malaysia dan kelompok bersenjata Sulu dari Filipina selatan. REUTERS/Romeo Ranoco

    Mantan Sultan Sulu, Jamalul Kiram III bersama sejumlah pengikutnya berunjuk rasa di depan Masjid Biru di Desa Maharlika, Taguig, Manila Selatan, (1/3). Telah terjadi kerusuhan di Sabah antara polisi Malaysia dan kelompok bersenjata Sulu dari Filipina selatan. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Manila - Kantor berita online Malaysiakini menyatakan, wartawan Malaysia yang meliput krisis bersenjata di Sabah 'diperintahkan' untuk menyebut pengikut kelompok bersenjata pengikut Sultan Sulu sebagai "teroris." Ini disampaikan oleh Kepala Menteri Sabah Musa Aman, Senin 11 Maret 2013. 

    Malaysiakini mengatakan, Musa Aman telah "memerintahkan" wartawan untuk berhenti mengacu Jamalul Kiram III sebagai Sultan Sulu dan menyebut para pengikutnya yang terlibat dalam kekerasan di Sabah sebagai "teroris."

    Menurut Malaysiakini, seruan itu disampaikan setelah ada pernyataan dari Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia Ahmad Maslan yang mengatakan bahwa "para penyusup yang telah meneror orang lain tidak boleh disamakan dengan kelompok terhormat seperti tentara."

    "Hentikan mengacu kepada kelompok teroris sebagai tentara kerajaan Kesultanan Sulu... juga tidak pantas untuk menghubungkan masyarakat Sulu di Sabah dengan kelompok tersebut," kata Ahmad Maslan yang juga politisi Barisan Nasional dan UMNO itu.

    Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, seperti dikutip kantor berita Bernama mengatakan, "penyusup bersenjata itu seperti teroris. Namun saya menyerahkan kepada media untuk menentukan istilah apa untuk menyebut mereka."

    Krisis bersenjata di Sabah bermula dari kedatangan orang-orang bersenjata dari Kesultanan Sulu awal Februari lalu. Mereka tiba di Lahad Datu, Sabah, dan mengklaim daerah itu sebagai bagian dari kerajaan Sulu, yang berada di Filipina bagian selatan. 

    Inquirier.net | Abdul Manan

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.