Misuari Ingatkan Malaysia Jangan Bunuh Raja Sulu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nur Misuari. TEMPO/ Kelik M Nugroho

    Nur Misuari. TEMPO/ Kelik M Nugroho

    TEMPO.CO, Manila - Pemimpin Front Pembebasan Moro (Moro National Liberation Front/MNLF) Nur Misuari pada Selasa memperingatkan pemerintah Malaysia untuk tak membunuh para pengikut Sultan Sulu Jamalul Kiram III di Sabah. Membunuh mereka dengan sengaja, katanya, akan sama saja dengan deklarasi perang melawan mereka.

    Berbicara kepada wartawan, Misuari menyuarakan permintaan khusus pada Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk tak membunuh adik sultan, Putra Mahkota Raja Muda Agbimuddin Kiram. "Jika Anda melakukannya, sama saja dengan deklarasi perang terhadap rakyat kami dan Front Nasional Pembebasan Moro. Adalah tugas suci bagi kami untuk melindungi rakyat kami," katanya.

    Ia menyatakan, setiap tetes darah mereka, "Adalah suci bagi kami," kata Misuari menambahkan.

    Pendiri MNLF yang menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah Ramos pada tahun 1997, juga menolak apa yang disebutnya sebagai  "spekulasi liar" bahwa dia berada di balik langkah yang diambil oleh para pengikut Sultan Sulu Jamalul Kiram III di Sabah.

    Berbicara kepada wartawan, Misuari mengatakan tidak bertanggung jawab untuk menghubungkannya dengan dugaan konspirasi untuk menekan klaim kesultanan atas Sabah. Ia menyebut membiayai orang untuk melakukan penyerangan ke negara lain "adalah bukan cara saya".

    Misuari mengatakan  sebagai pemimpin MNLF, ia mampu memobilisasi 4.000 pejuang dalam perburuan Abu Sayyaf yang menyandera beberapa orang asing di Mindanao. Dia mengatakan mengerahkan kekuatan yang lebih besar selama insiden penyanderaan Sipadan pada April 2000.

    "Jadi, bagi siapa saja yang berspekulasi bahwa saya ada hubungannya dengan hal ini adalah semacam kegilaan. Hal ini sangat tidak bertanggung jawab bagi siapa pun untuk melibatkan saya dalam hal ini," katanya.

    Di sisi lain, pemimpin MNLF mengatakan ia sangat prihatin dengan nasib Muda Raja Kiram dan anak buahnya setelah mereka dilaporkan dibom oleh jet tempur Malaysia Selasa pagi.

    Presiden Aquino pada hari Selasa mengatakan ada tanda-tanda pasti konspirasi dalam penyusupan ke Sabah, Malaysia.

    ABS-CBN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.