Chavez Sebut Wakil Presiden sebagai Penggantinya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hugo Chavez. AP/Rodrigo Abd

    Hugo Chavez. AP/Rodrigo Abd

    TEMPO.CO, Jakarta -

    KARAKAS—Presiden Venezuela Hugo Chavez Ahad 9 Desember 2012 mengumumkan dirinya harus kembali melakukan operasi untuk mengangkat kanker yang dideritanya di Kuba.

    Dalam pernyataan yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi, Chavez menunjuk Wakil Presiden Nicolas Maduro sebagai penggantinya, jika ia tak selamat. “Bila saya meninggal dan pemilu diselenggarakan, tolong pilih Maduro. Ia revolusioner sejati dengan pengalaman segudang meski masih berusia muda,” kata Chavez dari Istana Presiden Miraflores.

    Dalam konstitusi Venezuela, jika presiden berhalangan dalam empat tahun pertama kepemimpinannya, kama pemilu harus segera digelar dalam 30 hari.

    Maduro, bekas supir bus, merupakan salah satu penasihat terdekat presiden. Sebelum menjabat sebagai wakil Chavez, Maduro merupakan menteri luar negeri Venezuela sejak 2006.

    Chavez baru saja kembali dari Kuba Jumat lalu. Berdasarkan tes medis, dokter yang menanganinya menyatakan sejumlah sel kanker baru kembali ditemukan di bagian pinggul Chavez. “Dengan izin Tuhan, kita akan keluar dari masalah ini,” ujarnya.

    Sebelumnya Chavez telah dioperasi untuk mengangkat sel kanker setelah didiagnosa pada Juni 2011 lalu. Ia kemudian menjalani operasi kedua sekaligus kemoterapi dan radiasi pada Februari lalu. Pada Mei lalu, ia dinyatakan bebas dari kanker.

    Chavez kemudian memenangkan pemilihan umum pada Oktober lalu dan menjadi presiden Venezuela untuk periode keempat.

    L BBC | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.