Meshaal: Saya Ingin Jadi Syuhada di Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Hamas, Khaled Meshaal. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

    Pemimpin Hamas, Khaled Meshaal. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

    TEMPO.CO, Gaza - Pemimpin Hamas, Kahled Meshaal, telah menorehkan sejarah dengan mengunjungi Jalur Gaza setelah mengakhiri kehidupannya di pengasingan dari wilayah Palestina selama 45 tahun.

    Meshaal mengatakan kunjungan pertamanya ke Gaza, Jumat, 7 Desember 2012, ini diharapkan bisa menjadikannya sebagai seorang syuhada di tanah Palestina.

    "Saya memohon kepada Allah agar menjadikan diriku sebagai syuhada di tanah Palestina," kata Meshaal setibanya dari perbatasan Mesir ke Gaza melalui Rafah.

    Setelah melintasi perbatasan Mesir dan masuk ke wilayah Palestina, Meshaal bersujud syukur dengan mencium tanah sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Allah. Selanjutnya, Meshaal mendapatkan ucapan dari puluhan pejabat faksi di Palestina yang antre menyambutnya.

    "Ini pertama kalinya saya datang ke Palestina dalam waktu 37 tahun," kata Meshaal, yang asli penduduk Tepi barat, tapi meninggalkan Palestina bersama keluarga setelah terjadi Perang Timur Tengah pada 1967. Dia pernah datang pada 1975.

    Meshaal akan menghabiskan waktu selama 48 jam di kawasan pantai, kantong Hamas, dan akan hadir pada peringatan 25 tahun berdirinya Hamas serta merayakan kemenangan setelah berperang dengan Israel selama delapan hari.

    Wartawan Al-Jazeera, Nicole Johnston, melaporkan dari Kota Gaza, Hamas akan mengundang pejabat Fatah guna menyambut perayaan kemenangan atas Israel. "Sudah saatnya kita melakukan rekonsiliasi," ujar Meshaal dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Jumat pekan lalu. Kedatangan Meshaal ke Gaza setelah terjadi gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang berperang bulan lalu selama delapan hari. Perang ini berakhir berkat mediasi Mesir.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.