Obama Luruskan Isu Soal Kunjungannya ke Myanmar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama. REUTERS/Jim Bourg

    Barack Obama. REUTERS/Jim Bourg

    TEMPO.CO, Bangkok - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, akhirnya berkomentar soal kontroversi kunjungannya ke Myanmar. Pada malam perjalanan bersejarah ke Myanmar di Bangkok, ia menegaskan kunjungannya itu "bukan merupakan dukungan bagi pemerintah Burma."

    "Proses tengah terjadi di sana, baru 1,5 tahun sejak dua tahun lalu," kata Obama kepada wartawan di Thailand, tempat lawatan Asia pertamanya setelah kembali terpilih sebagai presiden AS. Namun, dia menambahkan bahwa negara itu bergerak "ke arah yang lebih baik."

    "Perubahan bisa terjadi sangat cepat jika sorotan terus-menerus di suatu negara dan orang di sana mulai percaya bahwa suara mereka bisa didengar," katanya. "Dan satu hal yang dapat kita lakukan sebagai masyarakat internasional adalah menunjukkan rakyat Burma bahwa kita mendengarkan mereka, kita peduli tentang mereka. Dan kunjungan ini memungkinkan saya untuk melakukan itu dengan cara yang cukup dramatis."

    Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, telah memulai serangkaian reformasi sejak 2011, setelah beberapa dekade di bawah pemerintahan militer yang represif. Di bawah Thein Sein, yang menjadi presiden tahun lalu, pemerintah telah merilis ratusan tahanan politik dan mengambil langkah-langkah untuk membuka perekonomian negara.

    Pemerintah Barat telah menanggapi upaya progresif Myanmar dengan mengurangi sanksi atas negeri itu.

    Namun, negara ini kembali menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir, terkait dengan kekerasan antara muslim Rohingya dan etnis Rakhine. PBB mengatakan sedikitnya 89 orang tewas dalam dua minggu, dan 110 ribu orang mengungsi.

    Beberapa organisasi bantuan mempertanyakan apakah sekarang adalah waktu yang tepat bagi Obama untuk memberi legitimasi kepada pemerintah Thein Sein. Pemimpin Myanmar di pengasingan dan pembela hak asasi manusia menyatakan kunjungan ini terlalu cepat, dan tidak mungkin menghasilkan reformasi tambahan. Selain itu, kunjungan itu juga dinilai terjadi pada saat yang kurang tepat.

    CNN | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.