Media Pemerintah Myanmar dari Media Publik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendukung Aung San Suu Kyi saat penghitungan suara pemilu Myamnar di Yangon (1/4). AP Photo/Khin Maung Win

    Para pendukung Aung San Suu Kyi saat penghitungan suara pemilu Myamnar di Yangon (1/4). AP Photo/Khin Maung Win

    TEMPO.CO, Yangon - Tiga surat kabar pemerintah Myanmar resmi menjadi milik publik. Perubahan ini menandai reformasi bersejarah dalam dunia pers negeri itu.

    Tiga koran pelat merah itu - New Light of Myanmar berbahasa Inggris, Myanma Alin, dan Kyemon  - akan dikelola oleh badan baru. Mereka akan "mengadopsi kebijakan yang diperlukan untuk mengubah (surat kabar) menjadi  media pelayanan publik," tulis New Light of Myanmar.

    Media pemerintah Myanmar saat ini masih bertema konvensional, kecuali untuk gosip selebriti. Dengan manajemen baru, arah pemberitaan berubah. "Di masa lalu, media milik negara hanya diwakili pandangan pemerintah dan parlemen. Hanya satu sisi," kata wakil menteri informasi, Ye Htut,  bulan lalu. Ia menambahkan, saat ini surat kabar akan diizinkan untuk mengkritik kebijakan pemerintah.

    Badan baru perlahan-lahan akan menggantikan kementerian informasi dalam mengawasi pers, menurut Ye Naing Moe, salah satu anggota komite baru.

    "Kementerian secara bertahap akan mundur dan kami akan mengisi kekosongan di masa depan. Mereka bahkan akan menjual beberapa saham, walaupun tidak semua," katanya.

    CHANNEL NEWS ASIA | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.