Satu dari Lima Wanita Rusia Mau Jadi Istri Putin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara penganugrahan atas pencapaian dalam bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan di Kremlin, Moskow, Selasa (12/6). REUTERS/Alexsey Druginyn

    Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara penganugrahan atas pencapaian dalam bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan di Kremlin, Moskow, Selasa (12/6). REUTERS/Alexsey Druginyn

    TEMPO.CO, Moskow - Usia boleh berkepala enam, namun pesona Vladimir Putin, presiden Rusia, masih bersinar. Setidaknya, berdasar survei terbaru, satu dari lima wanita Rusia ingin menikah dengannya.

    Enam persen perempuan Rusia mengatakan mereka 'pasti' mau menikah dengan Putin sementara 14 persen lebih mengatakan mereka 'mungkin' mau. Survei dilakukan oleh lembaga independen Levada.

    Presiden yang sering digambarkan pamer otot dengan berkuda tanpa baju, berenang, atau mengemudi mobil balap ini berulang tahun ke-60 tahun besok. Namun pesonanya di mata wanita tak sebanding dengan pesonanya di mata pemilih. Ia dikabarkan makin tidak populer di kalangan rakyat.

    Putin telah menghadapi tekanan sebagai protes terhadap sistem politik Rusia yang kaku. Kremlin juga kerap dituding terlalu represif, hal yang memprovokasi ketidakpuasan menjadi semakin meluas.

    Para analis memperingatkan bahwa pemerintah akan cepat kehabisan uang tunai untuk membayar upah dan pensiun jika pendapatan energi Rusia terus mengering. Bahkan dengan harga minyak saat ini yang relatif tinggi, Kremlin telah berjuang untuk mengumpulkan dana untuk reformasi pensiun yang direncanakan.

    Putin telah berjanji berulang kali untuk mengurangi ketergantungan Rusia pada ekspor energi, mendorong industri teknologi tinggi, menciptakan insentif bagi usaha kecil dan menengah, serta meningkatkan iklim investasi.

    MAIL ONLINE | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.