Biaya Hidup Putin Rp 20 Triliun per Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin. REUTERS/Vladimir Rodionov/RIA Novosti/Pool

    Presiden Rusia Vladimir Putin. REUTERS/Vladimir Rodionov/RIA Novosti/Pool

    TEMPO.CO, Moskow - Seorang pemimpin oposisi Rusia mengklaim bahwa Presiden Vladimir Putin menghabiskan uang yang disetor para pembayar pajak untuk membiayai hidup mewahnya. Ia menghabiskan sekitar US$ 2,5 miliar (setara lebih dari Rp 20 triliun) untuk perawatan 20 rumah mewah, 43 jet pribadi, dan empat kapal pesiarnya.

    Menurut Boris Nemtsov, wajar jika biaya hidup seorang kepala negara ditanggung negara. Namun, katanya, apa yang dilakukan Putin sudah keterlaluan. "Gaya hidup Putin jauh lebih mewah dibandingkan rekan-rekan Baratnya," katanya.

    Dalam laporan yang dirilis Selasa, Nemtsov, seorang mantan wakil perdana menteri, memperkirakan bahwa biaya pemeliharaan rumah, pesawat jet, dan mobil Putin menelan dana US$ 2,5 miliar per tahun. Ia menyatakan Putin menganggap properti negara sebagai miliknya.

    Namun, kevalidan pernyataan Nemtsov dipertanyakan. Laporan ini sebagian besar didasarkan pada laporan berita yang berisi berbagai foto, termasuk koleksi jam tangan Putin senilai US$ 700 ribu.

    Juru bicara Putin tak segera menanggapi berita ini.

    FOX NEWS | TRIP B

    Terpopuler:
    Bercinta dengan Pasien, Perawat Ini Diskors

    Menteri Lingkungan Imbau Pria Pipis Sambil Duduk

    Prajurit Pembakar Al Quran Diturunkan Pangkatnya

    Sipilis Jangkiti Para Aktor Film Porno AS

    Israel Sebut Kematian Rachel Corrie

    Kenapa Ada Ritual Foto ''Maut'' Bergaun Pengantin

    Jet Tempur Tembaki Damaskus, 60 Tewas

    Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Arafat

    Gulingkan Presidennya, Wanita Togo Mogok Seks

    Pemerintah Kolombia Berdamai dengan FARC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.