Iran Sebut Eksistensi Israel Sebagai 'Penghinaan'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. AP/Victor R. Caivano

    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. AP/Victor R. Caivano

    TEMPO.CO , Teheran - Keberadaan Israel merupakan "penghinaan bagi seluruh umat manusia", kata Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, Jumat. Ini merupakan ungkapan paling tajam Ahmadinejad terhadap Israel, yang secara terbuka berniat menyerang Iran atas program nuklirnya.

    Ahmadinejad mengatakan menghadapi Israel adalah upaya untuk "melindungi martabat semua manusia". "Keberadaan rezim Zionis merupakan penghinaan terhadap semua umat manusia," kata Ahmadinejad.

    Israel menganggap Iran sebuah ancaman eksistensial karena program nuklir dan rudal yang dikembangkannya. Iran telah berulangkali menegaskan program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.

    Pernyataan ini "mengingatkan" sebuah surat yang ditulis tentang orang Yahudi dan ditandatangani oleh Adolf Hitler pada tahun 1919, kata Rabi Marvin Hier, pendiri dan Dekan Simon Wisenthal Center. Surat itulah yang antara lain menjadikan dasar bagi gerakan "penghapusan Yahudi".

    "Dua puluh dua tahun kemudian ia menerapkan segala sesuatunya," kata Rabi Hier. "Kami menganggap itu hanya retorika, tapi kami pernah membayar harga yang sangat tinggi untuk mengasumsikan Hitler berbicara retorika."

    Ini bukan pernyataan keras pertama Ahmadinejad tentang Israel. Ketegangan antara Iran dan Israel telah meningkat sejak 2005, ketika Ahmadinejad mengatakan dalam pidatonya bahwa Israel suatu hari akan "dihapus dari peta."

    Presiden Iran juga menganggap Holocaust, ketika 6 juta orang Yahudi dibunuh oleh Nazi Jerman dan kolaboratornya selama Perang Dunia II, sebagai "mitos".

    Pemimpin Hizbullah Libanon, yang memiliki hubungan dengan Iran, mengatakan kelompoknya akan mengubah kehidupan jutaan orang Israel bak "neraka" jika Israel menyerang Iran. Sheikh Hassan Nasrallah mengatakan kelompok itu memiliki daftar target Israel yang dapat dipukul dengan roket mereka.

    FOX NEWS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.