Eks PM Suriah: Rezim Assad Segera Tumbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Riyad Hijab. REUTERS/Khaled al-Hariri/Files

    Riyad Hijab. REUTERS/Khaled al-Hariri/Files

    TEMPO.CO, Amman - Riad Hijab, Perdana Menteri Suriah yang membangkang, menyatakan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad bakal segera tumbang. Oleh karena itu, dia menyerukan para pemimpin politik dan militer untuk segera bergabung dengan pemberontak.

    "Rezim segera jatuh, baik secara ekonomi maupun moral," kata Hijab dalam sebuah acara jumpa pers di ibu kota Yordania, Amman, Selasa, 14 Agustus 2012. 

    Konferensi pers ini merupakan kegiatan pertamanya di depan publik sejak dia membelot pekan lalu. Hijab yang terbang ke negeri tetangga, Yordania, bersama anggota keluarga merupakan tokoh politik tertinggi yang membelot dari rezim Assad.

    Hijab mengaku saat ini belum mendapatkan dukungan penuh dari para pemberontak. Namun dia memastikan tidak memiliki rencana mengambil alih kekuasaan, baik sekarang atau pun yang akan datang.

    "Saya menyerukan kepada Angkatan Bersenjata Suriah agar mengikuti jejak Angkatan Bersenjata Mesir dan Tunisia yang memilih berada di belakang rakyat," katanya.

    Bekas pejabat Suriah ini mengatakan, dia merasa "jiwanya sakit" melihat bentrok antara pasukan pemerintah dan pemberontak. Menurut kelompok oposisi, lebih dari 20 ribu orang tewas sejak perlawanan terhadap rezim dimulai pada Maret 2011.

    "Saya tak memiliki kekuasaan untuk menghentikan ketidakadilan ini," kata Hijab yang berbicara di depan bendera yang digunakan oleh oposisi.

    Dia menambahkan kalau saat ini Suriah penuh dengan para pejabat terhormat dan pemimpin militer yang sedang menunggu kesempatan untuk bergabung dengan revolusi.

    Pasca membelotnya Hijab, pemerintah Amerika Serikat, Selasa, 14 Agustus 2012, juga mencabut sanksi yang pernah dijatuhkan kepada Hijab. Sebelumnya, Kementerian Keuangan Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi dan membekukan aset orang-orang di lingkaran dalam Assad. Mereka masuk daftar hitam, namun untuk Hijab sanksi tersebut sudah tak berlaku lagi.

    "Aksi ini (pencabutan) sengaja diambil sebab Hijab bukan lagi pejabat senior pemerintahan Suriah," demikian bunyi pernyataan Kementerian Keuangan Amerika Serikat kepada pers.

    "Amerika Serikat mendorong para pejabat lain dalam pemerintah Suriah, baik di jajaran politik dan militer, untuk mengambil langkah berani, yakni menolak rezim Assad dan berdiri bersama rakyat Suriah," kata pejabat Kementerian Keuangan, David Cohen.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Berpengacara Sama, Polri Dicurigai Mau Main Mata

    Korban Kebakaran Adukan Foke

    Ular Piton dengan 87 Butir Telur Ditemukan

    Pengacara Djoko Susilo Juga Kuasa Hukum Mabes Polri

    Kasus Simulator SIM, Ada Upaya Selamatkan Djoko?

    Polemik Simulator SIM, Kapolri Kumpulkan Pengacara

    Ditemukan Hiu Purba Berusia 270 Tahun

    Arkeolog Ini Temukan Piramida via Google Earth

    Nasib Penggalian Bunker di Bawah Kantor Jokowi

    Sepupu Kate Middleton Tampil Telanjang di Playboy


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.