Beredar, Video Aparat Turki Siksa Pengungsi Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengungsi Suriah berada di sekitar puing-puing kamp yang terbakar di kota Bar Elias, lembah Bekaa, Lebanon, 4 Juli 2017. REUTERS/Hassan Abdallah

    Sejumlah pengungsi Suriah berada di sekitar puing-puing kamp yang terbakar di kota Bar Elias, lembah Bekaa, Lebanon, 4 Juli 2017. REUTERS/Hassan Abdallah

    TEMPO.CO, Istanbul- Angkatan bersenjata Turki marah setelah sebuah video penyiksaan terhadap pengungsi Suriah yang dilakukan militer Turki beredar luas beberapa hari terakhir ini.

    Seperti dilansir Middle East Monitor pada 31 Juli 2017, militer Turki menjelaskan, pihaknya tengah menyelidiki sebuah video yang menunjukkan tentaranya menyiksa orang-orang Suriah yang tertangkap secara ilegal memasuki negara tersebut.

    Baca: Putin Restui Pasukan Rusia Bertahan di Suriah Selama 49 Tahun  

    Tentara Turki yang terlihat dalam video itu telah ditahan atas tuduhan perilaku yang tidak dapat diterima dan sedang menjalani persidangan.

    Video di media sosial tersebut menunjukkan seorang prajurit penjaga perbatasan memukuli sekelompok pengungsi Suriah yang ditahan pada Jumat, 27 Juli 2017 karena menyeberang ke Turki secara ilegal. Mereka disiksa dengan kejam sebelum akhirnya dideportasi.

    Baca: Kedutaan Rusia di Suriah Ditembaki dengan Artileri

    Menurut pihak berwenang Turki, video itu pertama kali tersebar di Jerman, setelah dikirim seorang penjaga perbatasan ke Jerman melalui layanan pesan WhatsApp.

    Menurut sumber militer, penyelidikan terhadap pengungsi Suriah harus dilakukan. Sebab, tindakan keji itu dapat menimbulkan masalah serta melemahkan gerakan Turki dan angkatan bersenjata Turki.

    MIDDLE EAST MONITOR | YON DEMA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.