Kepala Protokol Istana Presiden Suriah Membelot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota pasukan pemberontak berjaga-jaga dengan senjatanya di Aleppo, Suriah, (29/7). REUTERS/Zohra Bensemra

    Seorang anggota pasukan pemberontak berjaga-jaga dengan senjatanya di Aleppo, Suriah, (29/7). REUTERS/Zohra Bensemra

    TEMPO.CO, Damaskus - Kepala Protokol Istana Presiden Suriah, Muhi al-Din Maslamani, membelot. Demikian klaim pasukan Pembebasan Suriah (FSA) kepada Al Arabiya, Kamis, 9 Agustus 2012.

    Muhi al-Din Maslamani, kata pemberontak kepada Al Arabiya, sekarang ini dalam keadaan aman di sebuah tempat di Suriah. Menurut pemberontak, jumlah pejabat level tinggi di Suriah bakal bertambah dan ini merupakan tanda-tanda kejatuhan rezim Assad.

    "Rakyat yang bekerja untuk rezim selama ini seperti Maslamani tak bisa menerima apa pun yang dilakukan rezim," kata Mamoun al-Naqar, anggota Dewan Nasional Suriah (SNC), kepada Al Rabiya dalam sebuah wawancara.

    Naqar tak bersedia memberikan jawaban langsung ketika ditanya seputar pentingnya pembelotan Maslamani bagi FSA. Naqar menjelaskan sesungguhnya FSA membutuhkan dukungan internasional yang jelas, khususnya dari Amerika Serikat, untuk mendepak kekuasaan rezim Assad. 

    "Jika Amerika Serikat menyuruh Bashar (al-Assad) pergi, dia akan pergi," katanya.

    Pada Rabu, 8 Agustus 2012, John Brennan selaku pejabat keamanan tertinggi Gedung Putih, mengatakan Presiden Barack Obama belum mengesampingkan pilihan pengiriman pasukan Amerika Serikat untuk menghentikan perang sipil di Suriah.

    Brennan mengatakan Suriah saat ini "banjir senjata" meskipun para pemimpin pemberontak mengklaim bahwa Washington dan sekutunya tidak cukup memberikan bantuan terhadap perjuangan mereka melawan militer Assad. 

    Pada bagian lain, Al Arabiya, Kamis, 9 Agustus 2012, ditunjukkan gambar video baru oleh pemberontak. Video itu berisi gambar para pembelot telah membentuk sebuah brigade perang di kawasan Manbaj yang berlokasi di sebelah utara Kota Aleppo.

    Pembelotan para pejabat di lingkungan pemerintahan Bashar al-Assad sepertinya terjadi susul-menyusul. Sebelumnya, beberapa diplomat Suriah untuk negara sahabat, antara lain Khaled Ayoubi yang bermarkas di London, membelot dan bergabung dengan pemberontak. Disusul kemudian seorang brigadir jenderal dan bekas Perdana Menteri Riyad Hijab. 

    AL ARABIYA NEWS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.