Pemberontak Suriah Klaim Bunuh Jenderal Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota pasukan pemberontak berjaga-jaga dengan senjatanya di Aleppo, Suriah, (29/7). REUTERS/Zohra Bensemra

    Seorang anggota pasukan pemberontak berjaga-jaga dengan senjatanya di Aleppo, Suriah, (29/7). REUTERS/Zohra Bensemra

    TEMPO.CO, Amman - Kelompok pemberontak Suriah, Rabu, 8 Agustus 2012, mengaku berhasil membunuh jenderal Rusia, Vladimir Petrovich Kochyev, yang bekerja sebagai penasihat Menteri Pertahanan Suriah. Pembunuhan itu dilakukan dalam sebuah operasi di kawasan Ghouta, pinggiran ibu kota Damaskus.

    Dalam sebuah pernyataan melalui video yang diterima kantor berita Reuters, mereka mengatakan, "Operasi khusus Batalion Hawk berhasil membunuh seorang jenderal Rusia, Vladimir Petrovich Kochyev."

    Selain kepada Reuters, copy siaran video tersebut disampaikan juga kepada militer Suriah. Kelompok ini menyatakan pula bahwa mereka telah menghabisi beberapa letnan pilihan Presiden Bashar al-Assad di Damaskus bulan lalu. Hingga saat ini belum ada tanggapan dari otoritas Rusia.

    Rusia yang menempatkan beberapa ratus personel militernya di Suriah adalah salah satu dari beberapa negara yang mendukung kepemimpinan Assad sejak pecah demontrasi menuntut dirinya mundur 17 bulan silam.

    Di lain pihak, Iran yang merupakan sekutu dekat Suriah di kawasan tersebut, menyatakan memberikan dukungan penuh kepada Presiden Bashar al-Assad. Pernyataan tersebut disampaikan pejabat tinggi keamanan Iran, Saeed Jalili, saat bertemu dengan Assad dalam kunjungannya ke Damaskus, menyusul pembelotan bekas Perdana Menter Riyad Hijab ke kubu oposisi. Menurutnya, Suriah adalah bagian penting dari poros perlawanan. "Iran tidak akan mengkhianati arti sebuah persahabatan dengan Suriah."

    REUTEERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.