Dua Duta Besar Suriah Membelot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap hitam tebal terlihat dari bangunan di dekat sebuah masjid di Homs, Suriah, Rabu (11/7). AP/Shaam News Network, SNN

    Asap hitam tebal terlihat dari bangunan di dekat sebuah masjid di Homs, Suriah, Rabu (11/7). AP/Shaam News Network, SNN

    TEMPO.CO , Qatar  - Duta Besar Suriah untuk Uni Emirat Arab, Abdel Latif al-Dabbagh, membelot dan bergabung bersama istrinya, Lamya al-Hariri, Duta Besar Suriah untuk Siprus. "Keduanya kini berada di Qatar," demikian keterangan sumber kepada Al Arabiya, Rabu, 24 Juli 2012.

    Pembelotan itu dibenarkan oleh anggota Dewan Nasional Suriah kepada Reuters. Mereka mengatakan, Dabbagh membelot pada Rabu, 25 Juli 2012. Sementara itu, sejumlah sumber lainnya mengatakan kepada AFP bahwa Hariri telah membelot tetapi hal tersebut belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.

    Jika Dabbagh memang benar-benar membelot, maka dia akan menjadi duta besar ketiga yang melakukannya setelah istrinya melakukan hal yang sama pada Selasa, 23 Juli 2012. Sebelumnya, Duta Besar Suriah untuk Iraq, Nawaf Fares, merupakan diplomat pertama yang membelot. 

    Rezim Assad saat ini di bawah tekanan atas pembelotan sejumlah pejabatnya. Pembelotan Brigadir Jenderal Manaf Tlas, menjadi pukulan besar bagi rezim karena jenderal ini merupakan orang dekat dari lingkaran dalam Assad.

    AL ARABIYA NEWS | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Maia Estianty: Ariel I Love You

    Jokowi Mulai Dikawal Polisi

    SBY: Allah Selamatkan Indonesia

    Mooryati Bantah Sumbang Jokowi-Ahok

    Mulai Hari Ini, Tak ada Tahu dan Tempe

    Banjir Bandang Terjang Padang

    Buron Koperasi Langit Biru Jaya Komara Ditangkap

    Dhani Minta Maia Sering Temui Anak-anak

    Maia Estianty Bakal Nikah dengan Polisi?

    Banyak Akademisi Indonesia Dimanfaatkan Malaysia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.