Penyakit Misterius Bunuh 61 Anak di Kamboja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang mengantri bersama anak-anak mereka untuk mendapatkan perawatan medis gratis di Rumah Sakit Kantha Bopha di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (4/7). REUTERS/Samrang Pring

    Sejumlah orang mengantri bersama anak-anak mereka untuk mendapatkan perawatan medis gratis di Rumah Sakit Kantha Bopha di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (4/7). REUTERS/Samrang Pring

    TEMPO.CO , Phnom Penh - Otoritas kesehatan Kamboja disibukkan dengan kasus penyakit misterius yang telah menewaskan 60 anak dalam tiga bulan terakhir. Mereka masih meneliti apakah penyakit itu merupakan kombinasi penyakit yang sudah ada atau jenis baru.

    Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini menewaskan sebagian besar penderitanya. Dari 62 anak yang dirawat dengan gejala yang sama, hanya satu yang berhasil diselamatkan.

    Pasien menderita demam tinggi, diikuti dengan gangguan pernapasan parah yang berlangsung cepat. Beberapa juga mengalami gejala neurologis.

    "Pada tahap ini kami tidak bisa mengesampingkan jika ini adalah campuran dari sejumlah penyakit yang diketahui (virologi, bakteri, atau toksikologi) yang telah dilaporkan sebagai salah satu sindrom atau sesuatu yang baru," kata Dr. Nima Asgari dari WHO di Phnom Penh dalam sebuah pernyataan melalui e-mail.

    Para pasien umumnya berusia di bawah 7 tahun dan tersebar di beberapa provinsi di selatan dan tengah Kamboja. Menurut Nima, tindakan yang sedang dilakukan adalah menentukan apakah kelompok usia lainnya juga terpengaruh.

    USA TODAY | TRIP B

    Berita Lainnya
    Hilang Tahun 1926, Tiga Pendaki Alpen Ditemukan

    Pendidikan Militer di AS Diubah Pasca-Skandal Seks

    Orang Tua Di Asia Habiskan Banyak Duit untuk Lebaran
    Pertama dalam Sejarah AS Senator Gay Menikah
    Pejabat Yordania Acungkan Pistol Dalam Debat di TV


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.