Iran Berniat Serang Kedubes AS di Turki?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Garda Revolusi Iran menjaga pesawat mata-mata tanpa awak RQ 170 milik Amerika Serikat yang jatuh di Iran (8/12). Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak pesawat tersebut di Iran Timur. REUTERS/Sepah News.ir

    Anggota Garda Revolusi Iran menjaga pesawat mata-mata tanpa awak RQ 170 milik Amerika Serikat yang jatuh di Iran (8/12). Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak pesawat tersebut di Iran Timur. REUTERS/Sepah News.ir

    TEMPO.CO, Ankara - Surat kabar Turki, Zaman, melaporkan bahwa Dinas Rahasia Turki telah memperingatkan bahwa Garda Revolusi Iran tengah merencanakan serangan ke negara itu. Sasarannya adalah kedutaan dan konsulat Amerika Serikat di beberapa kota di Turki.

    Menurut laporan itu, pasukan keamanan Turki telah memperingatkan polisi di 81 distrik untuk waspada. Laporan itu juga menyatakan menurut intelijen Turki, kemungkinan bahwa sebuah sel Unit Quds dari Garda Revolusi Iran telah merencanakan untuk masuk ke Kedutaan Besar AS atau salah satu dari konsulat. Intelijen lebih lanjut menyatakan bahwa sel berencana untuk tinggal di sebuah hotel bintang lima di kota dengan sebuah rencana serangan yang terorganisir. Mereka juga memperingatkan pasukan untuk fokus pada orang asing yang berada di hotel-hotel utama di sejumlah kota di Turki.

    Selain itu, Dinas Rahasia juga menyatakan laporan bahwa Hizbullah kemungkinan turut ambil bagian dalam serangan semacam itu di negara mereka. Sasarannya sama, Amerika Serikat.

    Tanpa mengutip satupun sumber resmi dalam lingkar dalam intelijen Turki, koran ini juga menulis Iran berusaha untuk mendukung operasi kecil yang digagas organisasi ilegal di Turki. Iran dikabarkan "tak senang" dengan keputusan Turki mendirikan radar NATO di wilayahnya dan juga kecaman Ankara atas rezim Assad di Suriah.

    TRIP B | HAREETZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.