AS Ingatkan Iran Soal Penutupan Selat Hormuz  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Kapal Perang TNI-AL membentuk formasi Perang dalam Latihan Puncak Armada Jaya di Wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Kamis (10/11). Latihan Armada Jaya ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik di daerah Alur Laut Kepulauan Indonesia yang merupakan perbatasan dengan negara tentangga dengan melibatkan 4000 ribu personil AL, 23 kapal Perang, 3 pesawat cassa, 3 Helikopter, 1600 pasukan Pendarat Marinir, dan 93 kendaraan Tempur. TEMPO/Seto Wardhana

    Sejumlah Kapal Perang TNI-AL membentuk formasi Perang dalam Latihan Puncak Armada Jaya di Wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Kamis (10/11). Latihan Armada Jaya ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik di daerah Alur Laut Kepulauan Indonesia yang merupakan perbatasan dengan negara tentangga dengan melibatkan 4000 ribu personil AL, 23 kapal Perang, 3 pesawat cassa, 3 Helikopter, 1600 pasukan Pendarat Marinir, dan 93 kendaraan Tempur. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO , Teheran -- Angkatan Laut Amerika Serikat akan siap menghadapi Iran jika memaksakan menutup jalur Selat Hormuz yang penting bagi pengiriman minyak sejumlah negara teluk. "Jika ada yang mengganggu jalur bebas internasional dan merugikan, maka mereka tidak bisa ditoleransi," kata juru bicara armada kelima Angkatan Laut Amerika yang berbasis di Bahrain.

    Ancaman Iran itu sebagai respon atas pemberlakuan embargo negara barat atas ekspor minyak yang kembali ditingkatkan. Wakil Presiden Iran Muhammed Reza Rahimi mengatakan,"Jika sanksi itu diberlakukan untuk Iran, maka tak ada lagi setetes minyak melewati Hormuz. Kami memberikan pelajaran kepada mereka," ujarnya.

    Tentara Iran pun tak takut gertakan Amerika. Komandan Angkatan Laut Iran, Admiral Habibollah Sayari, mengatakan tetap akan menutup jalur itu dan menghentikan pengiriman minyak. "Itu sangat mudah seperti minum segelas air," katanya.

    Saat ini, armada Iran terus melakukan latihan tempur selama 10 hari di wilayah perairan internasional itu dengan melibatkan kapal, helikopter, dan kapal selam. Latihan ini persiapan Iran untuk segera menutup jalur 34 mil yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab. Tak kurang 15 juta barel minyak lalu lalang di perairan itu. Pada armada kelima Amerika ini, lebih dari 20 kapal perang, kapal induk, dan pesawat yang mengangkut pasukan.

    Peningkatan sanksi yang lebih tegas diberlakukan setelah Iran menembak jatuh pesawat tak berawak Amerika. Selain itu, pengunjuk rasa menyerbu kedutaan besar Inggris di Teheran pada 30 November 2011. Kerajaan Inggris pun mengusir diplomat Iran dari London.

    THE TELEGRAPH | EKO ARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.