Suriah Hantam Hama, Amerika Diminta Jatuhkan Sanksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang berunjukrasa menentang pemerintah di al-Assy square, Hama, Suriah (22/7). AP/Shaam News Network

    Ribuan orang berunjukrasa menentang pemerintah di al-Assy square, Hama, Suriah (22/7). AP/Shaam News Network

    TEMPO Interaktif, Amman - Belum kering darah para korban kebrutalan militer Suriah di Kota Hama, kini pasukan keamanan Bashar al-Assad menghantam lagi kota tersebut selama tiga hari.

    Tak pelak tindakan keras itu disambut geram oleh para Senator Amerika Serikat. Mereka meminta pemerintah Barack Obama menjatuhkan sanksi baru terhadap Suriah di sektor energi.

    Menurut catatan para penggiat hak asasi manusia, tindakan brutal pasukan Assad, Senin dan Selasa, telah mencabut sedikitnya 27 nyawa warga sipil, termasuk 13 nyawa penduduk Kota Hama.

    Sedangkan sejumlah saksi mata yang terdiri dari penduduk setempat dan penggiat hak asasi manusia mengatakan, sejak pecah kerusuhan selama tiga hari di seluruh Suriah untuk menuntut mundurnya Presiden Assad, sekitar 137 orang tewas dan 93 di antaranya meninggal di Hama.

    "Amerika Serikat harus menjatuhkan sanksi guna merespon pembunuhan warga sipil oleh pasukan militer atas perintah Presiden Assad," ujar Senator Mark Kirk dari Partai Republik.

    Kirk bergabung bersama Senator Demokrat, Kirsten Gilibrand, serta Senator Joseph Lieberman dari kelompok independen. Mereka menyerukan agar ada tekanan keras terhadap Suriah sehingga "ada transisi demokratis yang merefleksikan keinginan rakyat Suriah."

    REUTERS | CA


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.