Demonstrasi di Suriah Semakin Berdarah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan demonstran anti pemerintah berunjukrasa di kota pelabuhan Banias, Suriah (22/4). REUTERS

    Ribuan demonstran anti pemerintah berunjukrasa di kota pelabuhan Banias, Suriah (22/4). REUTERS

    TEMPO Interaktif, Damaskus - Pasukan keamanan Suriah kemarin menembaki demonstran yang turun ke jalan di beberapa kota selama prosesi pemakaman. Sedikitnya enam orang tewas sehari setelah terjadinya kekerasan paling berdarah dalam perlawanan terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

    Pemakaman sekitar 75 orang yang terbunuh Jumat lalu diwarnai slogan-slogan antipemerintah. Sejumlah saksi menuturkan pasukan keamanan menembak empat orang di Douma, di pinggiran Ibu Kota Damaskus, dan dua di Izraa. Tak ada yang bisa dimintai konfirmasi terkait dengan angka itu karena Suriah mengusir jurnalis asing.

    "Mereka menghalangi kami ke pemakaman," ujar seorang saksi. Satu warga Deraa yang datang ke Desa Izraa, kepada Reuters, bilang, "Di sini peluru berdesing di jalur ke pemakaman para martir."

    Sekelompok aktivis yang mengkoordinasi aksi mengungkapkan data berbeda mengenai jumlah korban Jumat berdarah. Menurut dia, pasukan keamanan dan para pria bersenjata yang loyal kepada Assad menembak mati sedikitnya 88 warga sipil. Para pemrotes yang tewas tersebar di kota pelabuhan Latakia, Homs, Hama, dan Izraa.

    Kekerasan berdarah itu meletup karena pasukan keamanan membubarkan paksa demonstrasi ribuan orang dengan peluru tajam dan gas air mata seusai salat Jumat. Padahal sehari sebelumnya Presiden Assad mengumumkan pencabutan hukum keadaan darurat. Perlawanan menuntut reformasi dan kebebasan berlangsung lima pekan, yang merenggut 300 nyawa sejak pertengahan Maret.

    Di Washington, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan kekerasan itu "keterlaluan" dan mendesak Assad agar mematuhi keinginan rakyatnya dengan memberi kebebasan berekspresi dan berorganisasi serta keleluasaan memilih pemimpin mereka.

    Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan di beberapa kota di selatan, termasuk Damaskus, para saksi melihat banyak pria bersenjata menyerang warga dan properti yang menyebabkan lusinan terluka selama aksi protes Jumat.

    Sumber-sumber pemerintah menyodorkan bukti ulah para provokator bersenjata bertopeng di atas sepeda motor atau mobil membabi buta dan menyerang polisi di Izraa. Delapan warga tewas dan 28 lainnya terluka. Dua polisi terbunuh dan 11 lainnya terluka diserang kelompok bersenjata di Damaskus.

    SANA melaporkan tentara Suriah sudah menyita sejumlah telepon seluler dengan kartu-kartu SIM asing dan beberapa kamera digital yang di dalamnya berisi rekaman video aksi kekerasan. Tentara juga menyita aneka pedang dan pentungan yang digunakan sekelompok orang melawan polisi.

    Dua anggota parlemen Suriah, kepada Al-Jazeera, kemarin, menyatakan mundur sebagai protes atas penembakan para demonstran. Legislator Khalil al-Rifaei bergabung dengan koleganya, Naser al-Hariri, keduanya mewakili Kota Deraa. "Solusi keamanan tak berhasil," kata Rifaei.

    Dalam perkembangan terkait, para warga Distrik Al-Midan, Damaskus, membantah soal gambar-gambar yang disiarkan oleh beberapa saluran televisi Arab yang menunjukkan para polisi menembaki demonstran di kampung tetangga mereka.

    AP | Xinhua | Reuters | BBC | Dwi Arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.