Goodluck Jonathan Menang Pemilu Nigeria  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Goodluck Jonathan. AP/Remy de la Mauviniere

    Goodluck Jonathan. AP/Remy de la Mauviniere

    TEMPO Interaktif, Abuja - Incumbent Presiden Nigeria Goodluck Jonathan sukses mempertahankan kembali posisi untuk jabatan presiden berikutnya setelah Ketua Komisi Pemilihan Nasional Independen Nigeria, Senin (18/4) waktu setempat, menyatakan dirinya sebagai pemenang pemilu.

    "Goodluck E. Jonathan dari partai PDP secara meyakinkan dan memenuhi syarat dinyatakan sebagai pemenang pemilihan umum," ujar Ketua Komisi Attahiru Jega.

    Dia katakan, partai berkuasa Partai Demokratik Rakyat (PDP) berhasil mengeduk 22 juta suara lebih dari 39 juta yang diperkirakan masuk, Sabtu (16/4). Sementara lawannya Muhammadu Buhari dari Kongres Perubahan Progresif hanya meraih 12 juta suara.

    Dari hasil pengumpulan suara yang dilakukan Komite, nampaknya Jonathan bakal langsung ditetapkan sebagai pemenang, tak perlu pemilihan putaran kedua. Dia cukup mengumpulkan suara tambahan seperempat suara dari dua hingga tiga di 36 negara bagian dan ibu kota, sementara suara yang dikeduk telah masuk dari 31 negara bagian.

    Hasil ini telah ditandatangani oleh PDP sedangkan partai peserta pemilu lainnya menolak teken. Partai oposisi Kongres Perubahan Progresif menuduh bahwa pemilihan ini berlangsung tidak fair karena para pemilih diintimidasi dan diarahkan ke bilik suara untuk memilih Jonathan.

    Namun kecurigaan itu dibantah oleh organisasi pengamat pemilu Nigeria, Project 2011 Swift Count. Menurut organisasi ini, pemilu berlangsung jujur, bebas, dan aman dari intimidasi. Keterangan ini didapat dari jajak pendapat terhadap 1.468 unit polling. "Dalam jajak pendapat itu pemilih merasa tidak mendapatkan intimidasi, kekerasan, dan adanya suara ilegal."

    CNN | CA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.