Pakistan Kaget Gubernur Punjab Tewas Dibunuh Pengawalnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melakukan penyelidikan di lokasi penembakan Gubernur Punjab Salman Taseer yang di tembak pengawalnya di Islamabad, Pakistan. AP/Muhammed Muheisen

    Polisi melakukan penyelidikan di lokasi penembakan Gubernur Punjab Salman Taseer yang di tembak pengawalnya di Islamabad, Pakistan. AP/Muhammed Muheisen

    TEMPO Interaktif, Islamabad - Pemerintah Pakistan terkejut mendengar gubernur di provinsi terkaya dan terpopuler tewas ditembak oleh salah seorang pengawalnya, Selasa (4/1). Pelaku kesal karena dituduh memiliki sikap politik berbeda dengan bosnya.

    Penyerang gubernur Salman Taseer adalah Malik Mumtaz Qadri dari Pasukan Elite Punjab. Dia menembak gubernur di Pasar Kohsar, Islamabad, saat korban makan siang bersama rekannya.

    Salah seorang pejabat intelijen yang mengintrograsi Qadri mengatakan, pasukan komando ini banyak membual soal tragedi pembunuhan. Pria 26 tahun itu, jelas introgator, menumpahkan sembilan peluruh ke tubuh Tassser mengenai dada dan wajah korban.

    Sementara itu, dalam pernyataannya, Menteri Dalam Negeri Rehman Malik mengatakan, tujuh orang ditahan untuk kepentingan investigasi. Dia tambahkan, pasukan keamanan kini dikerahkan untuk pengamanan umat Kristen di seluruh negeri.

    "Kami akan melihat, apakah tindakan ini hanya dilakukan oleh seseorang atau ada kelompok lain di balik kejadiaan itu," kata Malik.

    Almarhum adalah anggota Partai Rakyat Pakistan (PPP) dan memiliki hubungan dekat dengan Presiden Asif Ali Zardari. Beberapa hari terakhir ini, PPP kehilangan sejumlah anggota koalisi pemerintahannya. Kendati demikian, pria 56 tahun itu tetap yakin bahwa pemerintahannya terus berjalan.

    Pakistan pernah menjatuhakn hukuman mati tehadap seorang perempuan Kristen, Aasia Bibi karena dituduh menghina Nabi Muhammad. Ketika dimintai komentarnya tentang hukuman tersebut oleh Arab News, Tasser mengatakan "Saya tak punya wewenang untuk mengomentari vonis mati itu. Dia (Aasia) telah mengajukan permohonan keringanan hukuman kepada presiden."

    Tasser adalah putra pujangga Muhammad Din Tasser dan keponakan sastrawan legendaris Faiz Ahmad Faiz yang dilahirkan di Lahore. Dia menempuh pendidikan di St. Anthony's School dan perguruan tinggi milik pemerintah, kemudian melanjutkan studinya ke London School of Economics. Pada 1977, dia bergabung dengan Tehrik-e-Istiqlal, setelah Zulfiqar Ali Bhutto dieksekusi pada 1979 dia bergabung dengan PPP.

    Banyak sekali yang merasa kehilangan atas kematiannya. Seluruh pemimpin politik Pakistan di antaranya Zardari, Perdana Menteri Yousaf Raza Gilani, pemimpin gerakan Altaf Hussain Muttahida Qaumi, pemimpin Liga Muslim Pakistan (Nawaz) Nawaz Sharif, Kepala Menteri Punjab Shabaz Sharif, dan Menteri Penerangan  Fauzia Wahab mengecam pumbunuhan tersebut. Perdana Menteri Gilani mengumumkan tiga hari masa berkabung dan memerintahkan masyarakat mengerek bendera setengah tiang.

    ARAB NEWS | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.