Seorang Tersangka Nazi Meninggal Sebelum Disidang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samuel Kunz

    Samuel Kunz

    TEMPO Interaktif, Berlin - Tersangka gembong Nazi nomor tiga sejagat meninggal sebelum sempat menjalani persidangan. Demikian disebutkan sebuah pengadilan di Jerman, Senin (22/11). Menurut pernyataan sebuah Pengadilan Negeri Bonn, Samuel Kunz, 89 tahun, mantan penjaga kamp maut yang dituding berpartisipasi dalam pembunuhan 430 ribu Yahudi, meninggal pada 18 November lalu.

    Kunz telah didakwa atas keterlibatannya dalam seluruh rangkaian pembantaian Yahudi di kamp maut Belzec, termasuk mengambil para korban dari kereta api, membawa mereka ke dalam kamar gas sebelum dilemparkan ke kuburan massal.

    Kunz sebenarnya sudah didakwa dalam sebuah pengadilan anak muda karena dia masih berada di bawah umur pada saat kekejaman terjadi, tapi belum ada tanggal ditetapkan untuk persidangannya.

    Efraim Zuroff, pemburu petinggi Nazi dari Simon Wiesenthal Center, bilang adalah penting bahwa Kunz telah didakwa, bahkan jika itu "sangat frustrasi" bahwa dia meninggal sebelum dibawa ke pengadilan. "Setidaknya sebagian kecil keadilan telah tercapai," sebut Zuroff. Kunz, seorang pensiunan pegawai negeri, yang menjadi nomor tiga dalam sebuah daftar mantan Nazis paling dicari, telah didakwa minor karena di masih berusia di bawah 21 tahun saat program pemusnahan Yahudi Polandia, yakni Operasi Reinhard, dimulai pada Januari 1942.

    Pria asal sebuah keluarga etnis Jerman itu lahir pada bulan Agustus 1921, di Sungai Volga di Rusia, dan bergabung dengan Tentara Merah. Dia lalu diciduk oleh tentara Jerman selama Perang Dunia Kedua dan diberi pilihan bekerja dengan Nazi atau dikirim menjadi tahanan interniran di sebuah kamp POW.

    Guardian | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.