Cina Tawari Taiwan Dialog Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi dan tentara Cina berdiri dekat tank dan truk pengangkut misil, di lapangan Tiananmen, saat latihan parade peringatan 60 tahun partai Komunsi Cina awal Oktober nanti (18/9). Foto: REUTERS/David Gray

    Polisi dan tentara Cina berdiri dekat tank dan truk pengangkut misil, di lapangan Tiananmen, saat latihan parade peringatan 60 tahun partai Komunsi Cina awal Oktober nanti (18/9). Foto: REUTERS/David Gray

    TEMPO Interaktif, Beijing -Cina hari ini menawari membuka dialog isu-isu militer dengan rivalnya, Taiwan, sebagai langkah yang bisa mendinginkan suatu percikan potensial di kawasan Asia Pasifik dan membantu menghangatkan hubungan kedua negara. Tapi tawaran itu agaknya disambut dingin.

    “Kami mendorong kontak-kontak dan pertukaran isu-isu militer, termasuk isu penempatan militer lintas selat Strait, dengan cara yang benar dan pada waktu yang tepat,” ujar Yang Yi, Juru Bicara Kantor Hubungan Cina Taiwan, dalam jumpa pers di Beijing.

    “(Kami akan) membahas sistem keamanan saling menguntungkan di selat Strait untuk menstabilkan situasi di selat itu dan menurunkan kecemasan keamanan militer,” imbuh Yi.

    Menruut beberapa pejabat pertahanan negeri pulau itu, Cina telah menempatkan sebanyak 1900 misil jarak pendek dan menengah yang mengarah Taiwan, dan Taiwan sudah mendesak Cina untuk menyingkirkannya. Beijing sendiri tidak pernah meninggalkan ancaman kekuatan yang membawa Taiwan ke dalam genggamannya.

    Perdana Menteri Taiwan Wu Den-yih, bagaiamnapun, pernah bicara kepada parlemen bahwa waktunya tidak tepat untuk membahas perlucutan senjata karena kedua belah pihak butuh lebih saling percaya. “Saya takut waktunya belum matang,” imbuh Wu, seperti dilaporkan kantor berita semi resmi, Central News Agency.

    Reuters | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.