Politisi Belanda Pembenci Islam Diadili

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Stephen Chernin

    AP/Stephen Chernin

    TEMPO Interaktif, Amsterdam -Ada kabar anyar dari politisi Belanda yang anti Islam, Geert Wilders. Siang tadi dia mengajukan banding atas nama kebebasan berbicara dan kemudian melaksanakan hakt untuk diam saat ia pergi menghadapi sidang atas pidatonya pada saat dia popularitas dan pengaruh di Belanda sedang menanjak.

    Jaksa mengatakan Wilders telah mendorong kebencian terhadap Muslim dengan komentarnya yang membandingkan Islam ke Nazisme dan menyerukan memberangus kitab suci Qur'an.

    Wilder beralasan bahwa dia punya hak bebas mengeluarkan pendapat dan bahwa komentarnya masih dalam koridor hukum. "Saya seorang tersangka di sini karena saya telah menyampaikan opini saya sebagai satu perwakilan rakyat," ujar Wilders kepada hakim di sebuah pengadilan negeri, Senin lalu.

    "Secara formal, saya diadili di sini hari ini, tetapi buat saya, dengan kebebasan berekspresi, kebanyakan rakyat Belanda juga tengah dibidik," katanya, merujuk lebih dari 1,4 juta pemilih yang membuat partainya terbesar ketiga dalam pemilu nanti.

    "Secara formal, saya diadili di sini hari ini, tetapi dengan saya, kebebasan berekspresi banyak, orang Belanda banyak juga yang dinilai," katanya, mengacu pada lebih dari 1,4 juta pemilih yang membuat partai terbesar ketiga di bulan Juni pemilu lalu .

    Jika terbukti bersalah dia bisa menghadapi ancaman hukuman satu tahun di penjara, meskipun denda akan lebih mungkin. Dia bisa mempertahankan kursinya di parlemen terlepas dari hasilnya. Tak lama setelah membela kebebasan berbicara dalam pernyataan pembukaannya, Wilders menolak untuk menjawab pertanyaan dari tiga hakim.

    AP | BBC | dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.