Iran Tahan Mata-mata Nuklir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Vahid Salemi

    AP/Vahid Salemi

    TEMPO Interaktif  Pemerintah Iran menahan beberapa orang yang diduga melakukan spionase terhadap fasilitas nuklir Iran. Menurut Menteri Intelijen Iran Heidar Moslehi, para mata-mata ini menggunakan virus "worm" lewat internet untuk "mencuri" aktivitas nuklir Iran.

    Namun, laporan yang dikeluarkan oleh kantor berita Mehr ini tidak menyebutkan apakah virus ini terkait dengan virus stuxnet. Sebuah virus yang menyerang komputer para staf di instalasi nuklir Bushehr.

    "Kami selalu menghadapi kegiatan destruktif dinas-dinas (spionase) ini. Dan tentu saja kami telah menangkap sejumlah agen mata-mata nuklir untuk menghalangi langkah-langkah destruktif musuh," kata Moslehi.

    Virus 'worm' juga menyebabkan infeksi komputer di Indonesia, India dan Amerika Serikat meski sudah banyak menyebar di Iran.

    Laporan-laporan menyebutkan, virus Stuxnet bermutasi di Iran dan menyebabkan infeksi di 30 ribu komputer. Sejumlah pihak meyakini ini adalah virus pertama yang dirancang menyerang fasilitas infrastruktur besar.

    Reaktor Nulkir Busher yang dibangun Rusia akan menghasilkan tenaga listrik bulan Januari, dua bulan terlambat dari rencana semula. Namun para pejabat Iran mengatakan, penundaan itu tidak disebabkan virus komputer.

    Sejumlah pakar mengatakan, virus itu dirancang untuk menyerang program nuklir Iran. Sebagian pihak menyebutkan, virus komputer itu rumit sehingga dikatakan hanya bisa dibuat sebuah negara.

    Iran dikenai empat kali sanksi karena program pengayaan uranium yang terpisah dari Bushehr. Negara-negara Barat khawatir Iran akan membangun senjata nuklir, namun Teheran membantah. Mereka membangun reaktor nuklir untuk menghasilkan energi.

    AL JAZEERA I BBC I PGR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.