Serbu Rumah Sakit, Pasukan Ekuador Bebaskan Presiden Correa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rafael Correa berhasil dibebaskan Militer dari rumah sakit di Quito.(reuters.com)

    Presiden Rafael Correa berhasil dibebaskan Militer dari rumah sakit di Quito.(reuters.com)

    TEMPO Interaktif, Quito - Pasukan keamanan Ekuador berhasil membebaskan Presiden Rafael Correa, Kamis dini hari, setelah rumah sakit di Quito dikuasai polisi yang membangkang.

    Dalam drama pembebasan, lapor wartawan Televisi Ekuador, pasukan angkatan darat mengenakan masker gas.

    Kini Presiden Correa sudah kembali ke istana presiden di ibu kota negara. Dalam siaran televisi, nampak ribuan pendukungnya berkerumun di depan istana sembari bersorak sorai serta mengibar-kibarkan bendera Ekuador.

    Berbicara dari balkon kepada pendukungnya, dia katakan, seorang pejabat kepolisia bakal dipecat. Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan upaya penyelamatan yang dilakukan oleh para pengawalnya.

    "Tak ada yang mendukung ulah polisi, tak ada pula yang menaikkan gaji polisi," katanya menanggapi protes polisi yang menuntut dihentikannya pemotongan gaji mereka. "Anda tak tahu malu. Tak bakal ada negosiasi atas tekanan ini," teriaknya.

    "Percayalah padaku, setelah bebas dan berada di istana akan ada seorang polisi yang dipecat. Saya menangis bukan karena takut tapi sedih," ujarnya kepada para pendukungnya dari atas balkon istana.

    Kamis dini hari, sejumlah aparat kepolisian berhamburan di jalan-jalan Quito, ibu kota negara. Mereka menyerang presiden karena dianggap telah membatalkan bonus dan promosi pangkat.

    Dia dibebaskan oleh tentara setelah menyerbu rumah sakit karena terperangkap hampir seharian. Dalam drama pembebasan, televisi setempat menampilkan gambar salah seorang anggota pasukan keamanan tergeletak di jalanan akibat cedera oleh tembakan, sementara pasukan lainnya mencoba membantu menyelamatkannya sambil berteriak dengan pengeras suara, "Jangan tembak! Jangan tembak!"

    Menurut menteri keamanan, Miguel Carvajal, salah seorang personilnya tewas dan beberapa di antaranya cedera. Namun dia tak memberikan penjelasan lebih rinci.

    Menanggapi pengepungan polisi di rumah sakit, Correa, 47 tahun, mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan upaya menjatuhkan pemerintahannya. "Ini upaya kudeta. Polisi mencoba membawanya," kata Correa dalam sebuah wawancara televisi.

    "Mereka mencoba mengeluarkanku dari kamar, mungkin menyerangku. Saya tak tahu," katanya melalui wawancara per telepon.

    Sebaliknya, koordinator kementerian politik Doris Solis tak setuju bahwa upaya pengepungan polisi terhadap presiden di rumah sakit merupakan upaya kudeta. "Ini bukan kudeta," kata Solis kepada CNN en Espanol.


    REUTERS | CNN | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.