Mengapa Ekuador Beri Suaka pada Assange?  

Reporter

Editor

Presiden Ekuador Rafael Correa. AP/Victor R. Caivano

TEMPO.CO, Quito - Pemerintah Ekuador mengatakan akan memberikan suaka bagi pendiri Wikileaks, Julian Assange. Langkah ini dilakukan dengan alasan melindunginya dari penganiayaan politik dan kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat.

"Ada indikasi serius balas dendam dari negara atau negara-negara yang informasi rahasianya diterbitkan oleh Assange. Pembalasan yang bisa membahayakan keselamatan, integritas, dan bahkan hidupnya," kata Menteri Luar Negeri, Ricardo Patino. "Bukti menunjukkan bahwa jika Assange diekstradisi ke Amerika Serikat, ia tidak akan mendapatkan pengadilan yang adil."

Selain itu, katanya, tidak mustahil ia bisa mengalami perlakuan kejam dan merendahkan martabat kemanusiaannya. "Ia mungkin akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati," katanya.

Menurut beberapa analis, Assange meminta perlindungan ke Ekuador karena dia tahu dia bisa mengandalkan Presiden Ekuador, Rafael Correa, untuk membantunya. Di sisi lain, menurut Santiago Basabe, seorang profesor di Latin American Faculty of Social Sciences, Correa juga punya kepentingan dengan memberi suaka pada Assange.

"Banyak yang melihat Assange sebagai seseorang yang telah berjuang untuk kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat yang juga komponen kunci dari wacana resmi pemerintah Ekuador. Dengan memberikan dia suaka, pemerintah berusaha untuk membuktikan mereka benar-benar peduli tentang kebebasan berpendapat dan kebebasan pers, terutama pada saat ketika Ekuador telah sangat dikritik, baik nasional maupun internasional, atas cara pemerintah memahami demokrasi," katanya. 

Di Ekuador, tak semua orang yakin citra internasional negara itu terkerek dengan melindungi Assange. Media swasta dan sebagian besar pembuat opini, yang secara tradisional menentang Presiden Correa, memperingatkan bahwa Ekuador akan memanen sangat sedikit respon positif dengan memberi suaka pada Assange.

Sebaliknya, mereka menyatakan negara ini justru akan menuai kerugian. Misalnya, Ekuador yang berusaha untuk mengamankan kesepakatan komersial dengan Uni Eropa akan menemukan banyak benturan dengan mengambil posisi berseberangan dengan Inggris dan Swedia.

Correa juga disebut-sebut memainkan kartu suaka Assange untuk berusaha agar dipilih kembali pada bulan Februari 2013. Bahkan, mantan Presiden Lucio Gutierrez menuding Correa akan menggunakan keahlian Assange untuk mencuri hasil pemilu.

Namun menurut Basabe, Correa tidak perlu untuk menggunakan strategi tersebut untuk tetap berkuasa. "Kemungkinan Presiden Correa kehilangan suara Februari adalah sangat rendah," katanya.

BBC | TRIP B

Terpopuler
Gus Dur Dukung Ahok

SBY Gusar, Ini Klarifikasi Antasari Azhar

Mahar Miliaran Pendukung Calon Gubernur

Kirab Mobil Esemka, Jokowi Duduk Di Atap

Sandi Dibunuh dan Diseret 200 Meter

Presiden SBY: Terima Kasih KPK






Gempa Ekuador, 1.700 Orang Masih Hilang

20 April 2016

Gempa Ekuador, 1.700 Orang Masih Hilang

Untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan jumlah korban hilang sejak gempa berkukatan 7,8 skala Richter itu menggoyang pantai Pasifik, Ekuador.


Gempa Ekuador, Bantuan dari Luar Terus Berdatangan  

20 April 2016

Gempa Ekuador, Bantuan dari Luar Terus Berdatangan  

Presiden Rafael Correa mengatakan biaya pemulihan kota diperkirakan mencapai triliunan dolar.


Ekuador Usir Staf Militer Kedutaan Besar AS  

25 April 2014

Ekuador Usir Staf Militer Kedutaan Besar AS  

Sekitar 20 staf Departemen Pertahanan di Kedutaan Besar AS di Quito meninggalkan negara itu akhir bulan ini.


Gunung Berapi di Ekuador Meletus  

6 April 2014

Gunung Berapi di Ekuador Meletus  

Gunung berapi di Ekuador memuntahkan abu setinggi 10 kilometer.


Rafael Correa Menangkan Pemilu Ekuador  

18 Februari 2013

Rafael Correa Menangkan Pemilu Ekuador  

Berhasil menjalankan program sosial dan ekonomi.


Polisi Inggris Kepung Kedutaan Ekuador  

17 Agustus 2012

Polisi Inggris Kepung Kedutaan Ekuador  

Operasi mencegah Assange keluar Inggris ini menelan biaya sekitar 50 ribu pound sterling (setara Rp 749 juta) sehari.


Ekuador Beri Suaka bagi Pendiri Wikileaks  

17 Agustus 2012

Ekuador Beri Suaka bagi Pendiri Wikileaks  

Pemberian suaka itu dilakukan setelah Assange mengungsi ke kantor Kedutaan Ekuador di London selama dua bulan.


Ibu Pendiri Wikileaks Minta Suaka untuk Assange  

30 Juli 2012

Ibu Pendiri Wikileaks Minta Suaka untuk Assange  

Menanggapi permintaan Christine Assange, pemerintah Ekuador menyatakan tengah mempertimbangkannya.


Presiden Ekuador Belum Putuskan Suaka bagi Assange  

21 Juni 2012

Presiden Ekuador Belum Putuskan Suaka bagi Assange  

Presiden Ekuador, Rafael Correa, menyatakan pemerintahnya akan mempertimbangkan dengan serius permintaan suaka bos Wikileaks itu.


Ekuador Usir Duta Besar Amerika Serikat

6 April 2011

Ekuador Usir Duta Besar Amerika Serikat

Presiden Correa dianggap membiarkan kasus korupsi.