Sandera Perempuan Amerika Serikat di Darfur Mencemaskan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Khartoum - Perempuan Amerika Serikat yang diculik sejumlah pria bersenjata di barat Sudan dua bulan lalu, Selasa, mengaku kekurangan makanan dan air. Kini kondisinya mencemaskan.

    Pekerja sosial Amerika Serikat untuk Pencari Dana Kristen Samaritan yang tak mau disebutkan namanya ini merupakan sandera asing terakhir di Darfur. Sebelumnya, dua warga Jerman dibebaskan setelah lima pekan disandera.

    "Kini, saya tinggal di sebuah wadi (sungai kering) bersama 20 pria," katanya kepada Reuters melalui telepon satelit.

    "Saya tak lagi diberi makan. Di sini hujan dan ada terpal, tapi kami tidur di tengah hujan tanpa air bersih. Saya mendapatkan air minum dengan cara mengumpulkan air hujan."

    Dia katakan, untuk mempertahankan hidup minum susu unta. "Situasinya menjadi mimpi buruk," ujarnya.

    Sandera bersuara pelan namun suaranya sember seperti menjelaskan kehilangan keluarganya dan dia berharap penderitaan yang dialami segera berakhir.

    Sandera menceritakan, para penculik menjadikannya dirinya sebagai alat tukar untuk ditebus dengan sejumlah uang oleh pemerintah. Mereka meminta tebusan kepada pemerintah sudan, namun jumlahnya tak disebutkan.

    Pasukan keaman dan dinas intelijen Sudan telah membebaskan seluruh sandera asing yang diculik pada 2009.

    REUTERS | CHOIRUL 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.