Amnesty: Sudan Selatan Bakar 2.000 Rumah Penduduk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita membawa jerigen berisikan air setelah mengisinya di sungai saat akan kembali ke rumahnya di Torit, Sudan Selatan, 9 Maret 2017. (Mackenzie Knowles-Coursin/UNICEF via AP)

    Seorang wanita membawa jerigen berisikan air setelah mengisinya di sungai saat akan kembali ke rumahnya di Torit, Sudan Selatan, 9 Maret 2017. (Mackenzie Knowles-Coursin/UNICEF via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Amnesty International mengungkapkan bukti pembakaran rumah penduduk oleh militer Sudan Selatan. Data satelit yang dimiliki oleh Amnesty International menunjukkan sekitar 2.000 rumah penduduk di sepanjang jalan tol di Desa Yei dibakar dan dihancurkan.

    "Pembakaran rumah penduduk dilakukan oleh militer Sudan Selatan antara Desember 2016 dan Januari 2017," tulis Amnesty dalam laporannya.

    Laporan yang dikeluarkan oleh Amnesty Internasional pada Jumat, 31 Maret 2017, itu memperkuat tudingan terhadap aksi pasukan keamanan Sudan Selatan bahwa mereka pelaku pembakaran rumah penduduk tersebut.

    Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, penghancuran rumah penduduk di Desa Yei, Sudan Selatan, pada November 2016, dapat dikategorikan sebagai genosida.

    Sejak berpisah dengan Sudan pada 2011, Sudan Selatan terus menerus dibekap konflik berdarah antara pemberontak melawan pasukan pemerintah.

    BBC dalam laporannya pada 2014 mengatakan, lebih dari satu juta penduduk negeri termuda di dunia itu terpaksa mengungsi ke tempat aman sejak pecah perang saudara pada Desember 2013.


    BELFAT TELEGRAPH | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.