Perjanjian Soal TKI Batal Diteken  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan TKI yang baru tiba  di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Tempo/Zulkarnain

    Ratusan TKI yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Tempo/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Pemerintah Indonesia dan Malaysia batal menandatangani perjanjian mengenai tenaga kerja Indonesia yang rencananya bulan ini.

    Menurut Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia S. Subramaniam jhari ini mengungkapkan masih ada beberapa isu yang belum disepekati oleh kedua negara. Ini termasuk masalah biaya penerimaan tenaga kerja baru dan ongkos yang harus dibayar bagi perusahaan penyalur.

    “Kami berharap kesepakatan bisa dicapai dalam waktu dekat, namun sejauh ini kami tidak yakin itu dapat terwujud,” kata Subramaniam kepada kantor berita AFP. Hingga saat ini, Indonesia dan Malaysia sudah sepaham mengenai libur satu hari saban pekan dan paspor boleh dipegang oleh pekerja.

    Saat kunjungan resmi ke Kuala Lumpur, Mei lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Najib Razak menyepakti untuk menentukan upah minimum bagi pekerja Indonesia. Hubungan kedua negara sempat memanas akibat banyaknya kasus penyiksaan terhadap pekerja Indonesia. Bahkan Juni tahun lalu, Jakarta melarang pengiriman pekerja ke Malaysia.

    ABS-CBN/Faisal Assegaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.