Jerman Minta Ekstradisi Agen Mossad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahmoud al-Mabhouh (tengah)pada 29 Januari 2010. AP/Hatem Moussa

    Mahmoud al-Mabhouh (tengah)pada 29 Januari 2010. AP/Hatem Moussa

    TEMPO Interaktif, Berlin - Pemerintah Jerman mendesak Polandia mengekstradisi Uri Brodsky, seorang agen Mossad (dinas rahasia luar negeri israel) yang disangka terlibat pembunuhan salah satu pemimpin Hamas Mahmud al-Mabhuh.

    Kejaksaan Agung Jerman membenarkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Brodsky. Ia ditangkap saat mendarat di bandar udara di Ibu Kota Warsawa, Polandia, 4 Juni. Israel diyakini meminta secara diam-diam agar Brodsky dipulangkan.

    Kantor kejaksaan akan meminta ekstradisi di pengadilan di warsawa,” kata Monika Lewandowska, juru bicara kejaksaan di Kota Karlsruhe. Menurut pemerintah Jerman, Brodsky membantu seorang agen Mossad lainnya mendapatkan paspor Jerman palsu.

    Bersama Brodsky, agen yang memakai nama Michael Bodenheimer itu terlibat tewasnya Mabhuh yang merupakan salah satu pendiri Brigade Izzudin al-Qassam. Ia dibunuh di sebuah hotel di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, pertengahan Janurai lalu. Kepolisian setempat menyimpulkan ada 27 agen Mossad yang terlibat dengan paspor palsu Inggris, jerman, Prancis, Australia, dan Irlandia.

    Surat kabar independen Israel, Haaretz, menyebut Bodenheimer sejaitnya adalah seorang rabbi bernama Beni Brak yang tinggal di negara Zionis itu. Ia memperoleh paspor Jerman karena kakek-neneknya berkewarganegaraan sana.

    AOL News/Faisal Assegaf




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.