Popularitas PM Kevin Rudd Anjlok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kevin Rudd. REUTERS/Daniel Munoz

    Kevin Rudd. REUTERS/Daniel Munoz

    TEMPO Interaktif, Canberra - Rating Perdana Menteri Australia Kevin Rudd turun pada titik terendah beberapa bulan dari pemilu, dengan para pemilih menggedor pemerintahannya atas janji-janji sampah dan sebuah pajak pertambangan yang menyelimuti pekerjaan dan investasi.

    Survei Nielsen yang dirilis hari ini menunjukkan Partai Buruh-nya Rudd dengan oposisi konservatif berkejaran pada angka 50 persen, memberi amunisi kepada para perusahaan tambang saat ini memikirkan kembali investasinya di tiga negara bagian karena Rudd mengusulkan pajak 40 % atas keuntungan mereka.

    “Opini jajak pendapat datang dan pergi. Apa yang pemerintahan harus lakukan adalah hal benar buat jangka panjang,” ujar Menteri Keuangan Wayne Swan ketika ditanya apakah Partai Buruh telah salah menilai popularitas dari pajak, artinya untuk mendukung pemotongan pajak perusahaan dan pensiun.

    Swan hendak memberikan keterangan Anggaran Nasional pada Selasa besok yang diperkirakan akan memuat sejumput pemanis buat para pemilih. Poling Nielsen di harian Fairfax memperkuat jajak pendapat pesaingnya Newspoll yang pekan lalu menunjukkan Konservatif mengunguli Partai Buruh dengan angka 51% banding 49% dalam balapan yang dramatis bahwa para analis politik mempertanyakan apakah survei itu menjadi “liar”.

    “Ini adalah fakta bahwa para pemilih telah dibangunkan dengan kenyataan bahwa Kevin Rudd bukan sejenis pemimpin yang pernah mereka harapkan bisa,” ujar analis politik veteran, Malcolm Mackerras, dari University of New South Wales. “Saya pikir tiga tahun lalu rakyat Australia sangat menentukan untuk menyingkirkan (pemimpin Partai Konservatif) John Howard bahwa mereka mereka menemukan kebajikan di Kevin Rudd yang tidak pernah ada.”

    Jajak pendapat terbaru menunjukkan peringkat persetujuan Rudd turun 14 poin persentase menjadi 45 persen sementara rating ketidaksetujuan melompat 13 poin dengan 49 persen selama bulan lalu, dengan sebuah pemilihan umum bakal diadakan pada bulan Oktober mendatang.

    Reuters/The Sydney Morning Herald/dwi arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?