Perdana Menteri Irak Kecam PBB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nouri al-Maliki berbicara kepada pers di Baghdad, Irak. AP Photo/Hadi Mizban

    Nouri al-Maliki berbicara kepada pers di Baghdad, Irak. AP Photo/Hadi Mizban

    TEMPO Interaktif, Bagdad -Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki mengecam Perserikatan Bangsa-Bangsa karena tidak mendukung tuntutannya agar kartu suara dalam pemilihan parlemen 7 Maret lalu dihitung ulang.

    Dalam pernyataannya, Maliki mengkritik peran misi PBB di Irak yang mengatakan pemilu berjalan transparan dan adil tanpa banyak kecurangan. Menurut Maliki, PBB seharusnya mendesak Komisi Pemilu menunggu tuntutannya. Dia juga menggelar kampanye untuk menolak hasil pemilu.

    Kendati masih ditolak Maliki, peraih suara terbanyak pemilu, Iyad Allawi, tetap mengumumkan bahwa pihaknya akan membentuk pemerintahan yang akan meninggalkan bentuk sektarian dan pembagian kekuasaan. Siapa pun yang ditunjuk dalam pemerintahan, kata Allawi, harus kompeten, profesional, dan loyal kepada negara, bukan kepada sektenya.

    Dalam wawancara dengan surat kabar Okaz, Allawi juga menegaskan bahwa rakyat Irak memilih perubahan dan meninggalkan bentuk sektarian yang ternyata gagal dalam pemerintahan sebelumnya.

    Mengenai kebijakan luar negerinya, Allawi menegaskan akan membangun hubungan yang kuat dan khusus dengan negara-negara tetangga. "Irak seharusnya menguatkan kembali posisinya di negara-negara Arab," ujar Allawi.

    Penolakan hasil pemilu juga ditandai dengan meledaknya beberapa bom di dekat rumah tokoh terpandang Sunni peserta pemilu, Ahad lalu. Bom menyebabkan lima orang tewas dan 26 lainnya luka-luka.

    Menurut polisi, bom pertama meledak di Kota Qaim, sekitar 320 kilometer di barat Bagdad pukul 7 pagi waktu setempat. Bom lainnya meledak di perbatasan Irak dengan Suriah.

    Menurut sejumlah laporan, Allawi berhasil memenangi pemilu karena statusnya sebagai sekuler totok. Ini penting bagi rakyat Irak setelah petaka perang antar-sekte pada 2006-2007 yang melanda negara itu.

    Adapun Maliki hanya setengah sekuler. Setengahnya dia Islam Syiah. Tak mengherankan jika banyak di antara Syiah sekuler yang memilih Allawi meskipun dia didukung oleh kelompok Sunni.

    "Kemenangan Allawi merupakan indikasi utama berubahnya mood rakyat Irak setelah menggunakan agama dalam politik," kata analis politik Hazim al-Nuaimi. "Rakyat Irak sudah muak dengan partai berideologi agama." Allawi juga dikenal memiliki hubungan baik dengan Amerika dan Inggris serta negara-negara barat lainnya. Pada 2004, Allawi ditunjuk sebagai perdana menteri sementara Irak oleh Amerika.



    SFC | ALSUMARIA | AP | NYT | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.