Bentrok Senjata di Kabul, Taliban Lawan Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Robert Reid

    AP/Robert Reid

    TEMPO Interaktif, Kabul - Bentrok senjata pecah di jantung pemerintahan Afganistan, di Kabul, Senin, melibatkan militan Taliban dengan polisi. 

    Saling adu tembak antara keduanya diawali dengan ledakan bom bunuh diri tak jauh dari istana presiden Hamid Karzai, disusul serangan roket ke Kabul oleh para penyerbu.

    Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid mengatakan kepada The Associated Press, sebanyak 20 pasukan militan termasuk pelaku bom bunuh diri memasuki kota Kabul dengan tujuan istana presiden dan gedung-gedung pemerintah lainnya.

    Namun demikian, istana presiden serta kantor kementerian pemerintah mendapat penjagaan ketat, menyusul serangan Taliban kian meningkat sejak pasukan internasional, AS, dan NATO mengirimkan 37 ribu pasukan tambahan ke Afganistan.

    Polisi saat ini menyekat kota Kabul dari penyerbu. Tak ayal, sekelompok kaum militan memasuki sebuah supermarket dan melepaskan granat, jelas juru bicara menteri dalam negeri Zemari Bashary.

    "Kawasan ini dijaga ketat oloeh pasukan keamanan," ujarnya. "Pertempuran terus berlangsung."

    Mohid Safi, wakil gubernur bank sentral menyebutkan para karyawan mendengar suara ledakan keras diikuti tembakan senjata. Setelah itu mereka menyelamtkan diri di gedung.

    Wartawan The Associated Press mengatakan, pasukan keamanan Afganistan di sekitar kawasan (Kabul) melakukan pertempuran sengit dengan pemberontak. Sampai sejauh ini belum ada laporan korban terluka.

    Sementara itu NATO menjelaskan, suara ledakan terdengar di sekitar Bank Cntral. Kini pasukan internasional bersama petugas keamanan Afganistan melakukan pengamanan kawasan.

    AP | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.