Sebastian Pinera Terpilih Menjadi Presiden Cile  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Jorge Saenz

    AP/Jorge Saenz

    sebastian pineraTEMPO Interaktif, Santiago - Sebastian Pinera, seorang miliarder yang berhasil memenangkan pemilihan presiden Cile, dalam pemilihan secara demokratis untuk pertama kalinya.

     

    Pinera menang dengan unggul hampir 52 persen suara dari saingannya, mantan Presiden Eduardo Frei. Kemenangan ini mengakhiri lebih dari dua dekade pemerintahan kiri sejak diktator Augusto Pinochet.

    Pinera adalah lulusan Universitas Harvard, yang diharapkan memberikan perubahan besar kebijakan ekonomi di negara yang didominasi oleh penguasa sayap kiri. Para pendukung Pinera menari-nari di jalan-jalan, melambaikan bendera merah, putih dan biru, warna Bendera Cile.

    Ini adalah pertama kalinya bahwa hak politik warga dipenuhi dan pemilihan presiden secara demokratis selama lebih dari 50 tahun. "Kondisi lebih baik akan datang ke Cile. Ada banyak fase baru dalam perjalanan nanti," kata Pinera, yang akan mengambil alih kekuasaan pada bulan Maret. "Setelah 20 tahun, saya rasa perubahan akan baik bagi Cile. Ini seperti membuka jendela rumah Anda untuk membiarkan udara segar masuk"

    Cile mempunyai populasi 16 juta dengan standar hidup tertinggi di Amerika Latin, menurut Human Development Index, yang mengukur pendidikan, kesehatan, pendapatan, dan faktor lainnya. Tetapi banyak pemilih mengatakan sudah waktunya untuk perubahan.

    Pinera, 60 tahun, telah bersumpah untuk memulikan keadaan di Cile, seperti perbaikan bisnis, meningkatkan efisiensi, menjanjikan untuk menciptakan satu juta lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata 6 persen per tahun. Perekonomian menyusut pada 2009, sejak resesi pertama dalam satu dekade.

     

    AP| REUTERS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.